Breaking News:

Palu Hari Ini

Revitalisasi Pasar di Palu Terkendala Sertifikat, Dinas Perindag: Dari 10, Baru 3 yang Bersertifikat

Rencana revitalisasi pasar tahun 2022 terkendala sertifikat tanah resmi milik Pemerintah Kota Palu.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIR
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajengkris 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rencana revitalisasi pasar tahun 2022 terkendala sertifikat tanah resmi milik Pemerintah Kota Palu.

Sebab, dari 10 pasar di Kota Palu baru tiga pasar memiliki sertifikat resmi.

Sedangkan syarat revitalisasi ialah bersertifikat atas nama Pemerintah Kota Palu

Dari sepuluh pasar di Kota Palu itu, tujuh diantaranya hanya buka sekali dalam seminggu.

Kemudian pasar Inpres Manonda, Tavanjuka dan Masomba merupakan pasar harian.

Baca juga: Polisi Ringkus Penadah Barang Curian di Kota Palu

Baca juga: Mau Resign dari Pekerjaan? Ini Sejumlah Hal yang Harus Anda Siapkan: Rencana hingga Dana Darurat

"Pasar kita bersertifikat itu baru tiga, yaitu pasar Manonda, pasar Tavanjuka, dan pasar Vinase," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajengkris, Rabu (8/9/2021) siang.

Sedangkan kepemilikan pasar Masomba terbagi antara Pemerintah Kota Palu dan masyarakat umum.

"Kalau pasar Masomba itu gado-gado. Artinya di bagian dalam area pasar ada sertifikat atas nama warga," ujar Ajengkris.

Sehingga, untuk terlaksananya revitalisasi pasar oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia tahun depan.

Ajengkris menyebut, Pemerintah Kota Palu harus menganti rugi kepemilikan lahan tersebut.

"Pusat mau bantu revitalisasi pasar itu asal bersertifikat, jadi untuk pasar Tavanjuka, Vinase dan Manonda itu sudah aman. Kalau pasar Petobo baru memiliki surat keterangan dari Pertanahan saja," sebutnya.

Baca juga: Pencuri Motor di 13 TKP Akhirnya Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi

Baca juga: Aprilita, Korban Tabrak Lari yang Terpaksa Keluar RSUD Luwuk karena Kekurangan Biaya

Sedangkan untuk anggaran revitalisasi pasar, Ajengkris tidak bisa menyebutkan berapa jumlahnya.

Sebab, dari perencanaan hingga hingga pelaksanaan dilakukan langsung oleh Kementrian Perindustrian RI.

"Yang menentukan semua mereka (Kementrian Perindustrian,red) mulai dari perencanaan hingga perhitungan lain sebagainya. Karena mereka sudah beberapa kali datang berkunjung untuk penganggaran itu yang dilakukan penghitungan di Jakarta," ujar Ajengkris. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved