Breaking News:

PPKM di Palu

Wali Kota Hadianto Sebut Ada Kesalahan Pengelolaan Data, Makanya Masih Terapkan PPKM Level 4

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyebut ada kesalahan dalam pengelolaan data Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIL
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyebut ada kesalahan dalam pengelolaan data Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19.

Itu diucapkan Hadianto Rasyid kepada TribunPalu.com di Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (9/9/2021) siang.

"Alhamdulillah kasus terus menurun dan BOR kita juga terkoreksi karena kemarin ada mis saat pelaporan," kata Hadianto Rasyid.

Menurutnya saat ini data BOR rumah sakit rujukan Covid-19 berada di bawah 30 persen.

Sedangkan standar BOR menurut WHO ialah 60 persen.

Baca juga: Wali Kota Hadianto Bertemu Kasatgas Rehab Rekon Kementrian PUPR, Bahas Pembangunan Huntap

Baca juga: Hadianto Tunjuk Orang Baru jadi Kadis Kesehatan, Berperan Tangani Kasus Covid-19 di Palu

"Kemarin kan posisinya 70 persen BOR nya, artinya, saat ini Rumah Sakit kita semakin berkurang pasien covid-19 yang di ditanganinya," ungkapnya.

Hadianto Rasyid juga menyebut, Kota Palu seharusnya sudah bisa masuk dalam level dua Penyebaran Covid-19.

"Kita berharap pada posisi ini minggu depan kita sudah bisa turun pada level dua," imbuhnya.

Terkait peraturan selama perpanjangan PPKM level empat, Kota Palu mengacu pada surat edaran Kementerian Dalam Negeri.

"Untuk surat edaran kita masih mengacu pada surat yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri dalam PPKM level empat, maka surat edaran yang sebelumnya tetap masih berjalan," tegasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved