Breaking News:

Palu Hari Ini

Cegah Kebakaran, Rutan Palu Periksa Kondisi Kelistrikan

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu memeriksa kondisi kelistrikan, Jumat (10/9/2021) siang. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu memeriksa kondisi kelistrikan, Jumat (10/9/2021) siang.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu memeriksa kondisi kelistrikan, Jumat (10/9/2021) siang. 

Pengecekan dilakukan mulai dari meteran listrik, box miniature circuit breaker (MCB) dan kabel distribusi tegangan di setiap sisi Rutan. 

Kepala Rutan Kelas IIA Palu Yansen mengatakan, kegiatan itu dilakukan sebagai upaya mitigasi resiko kebakaran di Rutan. 

"Kami melakukan pemeriksaan dan penyisiran di seluruh blok dan kamar hunian. Hasilnya semua instalasi listrik dalam kondisi baik," tutur Yansen.

Yansen menyebut kebakaran di Lapas Tangerang yang menewaskan 41 orang menjadi pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Baca juga: Napi Lapas Bualemo Gorontalo Gorontalo Kabur saat Berobat ke RS, Diringkus Polisi di Buol Sulteng

Baca juga: Warga Berdomisili di Bantaran Sungai Batui-batui Selatan Diminta Waspada

Usai memastikan jaringan kelistrikan dalam kondisi baik, manajemen Rutan kemudian melakukan upaya antisipasi dengan menambah jumlah alat pemadam. 

Di Rutan Kelas IIA Palu terdapat 5 Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang ditempatkan di sejumlah posisi strategis. 

Diantaranya di area kepala regu jaga dan wakaruga masing-masing satu buah, serta 3 buah lainnya di dapur. 

Manajemen Rutan juga menambah 6 buah fire block yang ditempatkan di P2U satu buah, pos penghubung 3 buah, serta samping meja karuga dan ruang kesatuan pengamanan masing-masing satu buah. 

Dalam pemeriksaan itu, petugas turut menyita sejumlah barang elektronik di kamar hunian, seperti 8 buah handphone beserta chargernya, 5 kipas rakitan, stop kontak dan kabel liar. 

Yansen pun mengingatkan kepada seluruh penghuni Rutan agar berhati-hati terhadap penggunaan energi listrik yang dapat memicu kebakaran. 

"Pemeriksaan dilakukan sebagai tindaklanjut dari kejadian di Lapas Tangerang. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengertian kepada semua pihak tentang keseriusan dari dampak terjadinya kebakaran," ucap Yansen. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved