Breaking News:

Universitas Tadulako

Diskusi, Pers Mahasiswa Fakultas Hukum Untad Bahas Peluang Jadi Wartawan

Menurut Dhani, pers mahasiswa sebagai generasi unggulan bagi kelangsungan media di masa depan. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: Muh Ruliansyah
tribunpalu.com/fandi
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Hitam Putih Fakultas Hukum Universitas Tadulako menggelar diskusi dengan para jurnalis di Kota Palu. Diskusi itu berlangsung hangat di Sekretariat LPM Hitam Putih Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/9/2021).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Hitam Putih Fakultas Hukum Universitas Tadulako menggelar diskusi dengan para jurnalis di Kota Palu. 

Diskusi itu berlangsung hangat di Sekretariat LPM Hitam Putih Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/9/2021). 

Kegiatan itu mendapat apresiasi dari wartawan senior Dhani. 

Menurut Dhani, pers mahasiswa sebagai generasi unggulan bagi kelangsungan media di masa depan. 

"Terus terang pekerja pers atau wartawan di Palu kurang, khususnya perempuan. Masa kami pun kelak akan selesai. Semua orang bisa jadi jurnalis, tetapi kalianlah (pers mahasiswa) harapan utama untuk mengisi kekosongan" ujar Dhani. 

Baca juga: Siapkan 1.000 Dosis, BEM Untad Bakal Gelar Vaksinasi Merdeka

Pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu itu menyebut jurnalis memiliki tantangan tersendiri dalam bekerja. 

Ia pun menceritakan pengalaman saat menyelesaikan satu liputan investigasi selama enam bulan. 

Sebab, kata dia, jurnalis harus lebih bijaksana dan berhati-hati dalam mengolah informasi terkait dengan berita yang ia sebarkan.

"Liputan investigasi ini dapat dikatakan sudah di level yang rumit. Saya saat itu butuh waktu enam bulan untuk menyelesaikannya. Kerja-kerja jurnalis terikat dengan kode etik, jadi setiap informasi yang disebarkan itu harus pertanggungjawabkan," kata Dhani. 

"Peluang jadi jurnalis profesional itu terbuka lebar, apalagi untuk kalian. Pers mahasiswa dan pers umum itu serupa tapi tak sama. Namun saat sudah di pers umum, harus ada aturan yang dipatuhi seperti SOP perusahaan tempat jurnalis itu bekerja," ucapnya.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved