Breaking News:

Palu Hari Ini

Ikuti Webinar STIFA Pelita Mas Palu, Hadianto Ceritakan soal Keluarganya Terpapar Covid-19

Hadianto Rasyid menceritakan pengalaman saat istri beserta anak-anaknya tertular Covid-19 beberapa bulan lalu.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Wali kota Palu Hadianto Rasyid mengikuti Webinar Nasional Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Pelita Mas Palu. Kegiatan itu digelar secara virtual dari ruang kerjanya Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/9/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali kota Palu Hadianto Rasyid mengikuti Webinar Nasional Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Pelita Mas Palu.

Kegiatan itu digelar secara virtual dari ruang kerjanya Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/9/2021) siang.

Hadianto Rasyid mengatakan, webinar bertemakan tentang Perkembangan Terapi Covid-19 ini sangat baik dan sesuai dengan kondisi hari ini.

Apalagi sudah satu setengah tahun Indonesia mendapatkan dampak dari Pandemi Covid-19.

"Demikian halnya di Kota Palu. Bahkan dua bulan terakhir kita mengalami lonjakan Covid-19 yang cukup besar sehingga mengantarkan kota kita masuk dalam Zona Merah dan PPKM Level 4," kata Hadianto Rasyid melalui rilis tertulisnya.

Baca juga: Cara agar Orang Lain Tak Bisa Tambahkan Anda ke Grup WhatsApp, Ikuti Tutorialnya

Hadianto Rasyid menceritakan pengalaman saat istri beserta anak-anaknya tertular Covid-19 beberapa bulan lalu.

Bahkan ibu kandungnya pun sempat positif Covid-19 dan memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

"Ketika tertular Covid-19 yang terjadi adalah kepanikan, karena belum ada hal yang paten dari dunia medis yang bisa dijadikan standar terkait pengobatan yang mampu menyembuhkan dengan baik dari Covid-19," ungkapnya.

Orang nomor satu di Kota Palu itu bersyukur kini istri beserta anak-anaknya dan ibu kandungnya sudah sembuh dari Covid-19.

Hal ini tidak terlepas dari pemberian obat yang harganya terlampau tinggi dan sulit terjangkau.

"Bayangkan obat dari nilai Rp2 juta, pada saat kita cari kembali harganya tinggal Rp400 ribu. Kalau nilai obat itu tinggi, memang sulit sekali bagi keluarga kita untuk menjangkau itu," ungkapnya

Baca juga: Bacaan Doa setelah Salat 5 Waktu: Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya, Lengkap dengan Bacaan Zikir

Hadianto Rasyid sangat menyayangkan harga obat yang seharusnya bisa jadi penyembuh Covid-19, justru dijadikan jalan untuk mencari keuntungan.

"Saya harap Pemerintah pusat melalui kebijakan-kebijakannya) lebih mampu menjaga masyarakatnya dengan baik sehingga nilai-nilai obat yang seharusnya, mampu terjangkau. Semoga bisa dicarikan jalan keluar yang diharapkan bisa menjadi solusi terbaik dalam penanganan Covid-19, harapnya.

Hadianto Rasyid juga mengajak masyarakat, khususnya STIFA Pelita Mas Palu untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjalankna protokol kesehatan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved