Breaking News:

Palu Hari Ini

Harga Pakan Melejit, Telur Anjlok, Peternak Ayam di Palu Menjerit

Peternak mendapatkan kerugian besar hingga Rp 300 ribu akibat biaya produksi dan penghasilan tidak seimbang.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Ketua kelompok Peternak Unggas Mandiri Kota Palu Rustam di Jl Malontara, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (12/9/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Peternak Ayam petelur di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tak bisa berbuat banyak dengan penurunan harga telur di tengah peningkatan biaya produksi.

Ketua kelompok Peternak Unggas Mandiri Kota Palu Rustam mengatakan, Peternak Ayam petelur tidak lagi menghasilkan keuntungan.

Sebaliknya, para peternak malah mendapatkan kerugian besar hingga Rp 300 ribu akibat biaya produksi dan penghasilan tidak seimbang.

"Pakan ternak ayam kian meninggi, sementara harga telur makin menurun. Biaya produksi sudah di atas 70 persen dari hasil produksi," kata Rustam ditemui TribunPalu.com di Jl Malontara, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Palu Masih PPKM Level 4, DPRD Kota Palu Sesalkan Kesalahan Data BOR

Rustam menyebut, harga pakan ayam naik hingga dua kali lipat, tidak selaras dengan harga telur di pasaran.

Harga dedak tadinya di kisaran Rp 1.500 ribu per KG kini menjadi Rp 3.000 ribu per Kg.

Sedangkan harga jagung tadinya Rp 3.500 ribu per Kg menjadi Rp 6.000 ribu per KG.

Kemudian harga konsentrat juga naik tiga bulan terakhir menjadi Rp 10 ribu per Kg.

"Sekarang harga jagung naik dua kali lipat dari harga biasanya, begitu juga harga konga atau dedak naik," ucap Rustam.

Baca juga: 2 Korban Kebakaran Lapas Tangerang Berhasil Diidentifikasi, Tato yang Masih Jelas Jadi Petunjuk

Data dihimpun TribunPalu.com, harga Telur di kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per rak.

Padahal normalnya mencapai Rp 40 ribu per rak.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami bingung mau mengadu ke mana soal ini. Semoga bisa menjadi perhatian pemerintah," ucap Rustam.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved