Palu Hari Ini
Warga Tondo Kota Palu Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Tempat Duduk
Perempuan Adipura Kota Palu, PKK Kelurahan Tondo, dan kelompok Forum Anak membuat kerajinan tempat duduk dari botol plastik bekas air minum.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta
TRIBUNPALU.COM, PALU - Tiga kelompok terdiri dari ibu-ibu di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu mendaur ulang botol bekas minuman air meneral menjadi tempat duduk.
Kelompok pembuat kerajinan itu ialah, Perempuan Adipura Kota Palu, PKk Kelurahan Tondo, dan kelompok Forum Anak.
Koordinator pembuat kerajinan Fadlun mengatakan, kegiatan membuat tempat duduk dari botol plastik bekas tersebut telah berjalan dua bulan.
Itu merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dari pencemaran sampah.
Adapun ilmu diperoleh dalam membuat kerajinan itu, melalui pelatihan oleh mahasiswa program studi Gizi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Nusantara Palu.
Baca juga: 2.157 Bidang Tanah di Banggai Dapat Sertifikat Redistribusi melalui Sidang PPL
Baca juga: Kasus Covid-19 Cenderung Menurun Sepekan Ini, Apakah PPKM Akan Diperpanjang Lagi?
"Kami dilatih selama tiga hari, dan saat pelatihan juga kami diberikan alat-alat pembuatanya," ujar Fadlun kepada TribunPalu.com, Minggu (12/9/2021) sore.
Ia juga menuturkan, bahan diperoleh untuk membut kerajinan itu, dengan turun langsung ke lingkungan rumah warga.
Adapun cara pembutanya itu, dengan memasukan kain atau kertas ke dalam botol bekas.
Itu dilakukan agar botol tersebut padat, dan mampu menahan beban.
Kemudian 19 botol itu di susun hingga membentuk lingkaran, lalu di ikat dengan erat.
Setelah sudah selesai, lalau di atasnya dilapisi kain yang sudah di jahit dengan busa atau spon.
"Kalau bahan kain bekas kami dapat dari tukang jahit,sedangakan kertas kami peroleh dari tempat fotocopy atau kantor-kantor kelurahan," kata Fadlun.
"Bahan itu kami gunakan, agar tempat usaha fotokopy atau kantor-kantor tidak membakar kertas, karena itu akan membut polusi," katanya menambahkan.
Adapun produksi kerajinan tiga kelompok itu juga sudah di pasarkan dalam Kota Palu, melalui media sosial.
Dengn kisaran harga kisaran Rp 75 ribu hingga Rp 150 Ribu, sesuai dengan ukuran.
"Kami berharap dengan kerajinan ini, bisa juga menjadi pemasukan penghasilan bagi ibu-ibu yang kami bina khususnya, apalagi di masa pandemi saat ini," ujar Fadlun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/perempuan-adipura-kota-palu-pkk-kelurahan-tondo-dan-kelompok-forum.jpg)