Breaking News:

Barito Putera Dua Kali Kalah Beruntun, Coach Djanur Evaluasi Konsentrasi Pemainnya yang Kerap Lengah

Dia membeberkan kekalahan kedua Barito Putera karena kurangnya fokus dan konsentrasi lini belakang.

Penulis: Bobby W | Editor: Bobby Wiratama
Dokumen PT Liga Indonesia Baru
Pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman 

TRIBUNPALU.COM - Hasil buruk lagi-lagi diterima klub PS Barito Putera setelah mereka kembali menelan kekalahan saat melakoni laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022.

Seusai kalah 0-1 lawan Persib Bandung di laga pembuka, kali ini klub asal Banjarmasin ini kembali keok saat melawan Bali United FC di Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (11/9) lalu

Dalam laga tersebut, skuad yang diasuh oleh pelatih Djadjang Nurdjaman ini tunduk dengan skor 1-2.

Barito sempat gol terlebih dahulu di menit ke-16 lewat Aleksandar Rakic, namun Serdadu Tritdatu mampu menjawab ketertinggalan tersebut lewat gol dari Rizky Pellu dan Ilija Spasojevic di menit ke-28 dan ke-42.

Akibat kekalahan ini, Coach Djanur pun memberikan evaluasi terhadap seluruh lini skuad dari Barito Putera

Dia membeberkan kekalahan kedua Barito Putera karena kurangnya fokus dan konsentrasi lini belakang.

“Jalannya pertandingan sendiri kami sempat unggul tapi kehilangan fokus sehingga dua gol balasan dari Bali United bersarang ke gawang kita. Itu hal yang harus diperbaiki di pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Pada laga pekan kedua, Barito Putera memang tidak diperkuat bek andalannya Cassio de Jesus. Pelatih yang akrab disapa Djanur mengakui absennya bek tangguh asal Brasil tersebut benar-benar terasa.

Baca juga: Ronaldo Bocorkan Kunci Jika MU Ingin Juara Liga Champions, Siap Beraksi di Laga Perdana

Baca juga: Hasil Liga Inggris Tadi Malam dan Klasemen Terbaru: Liverpool & Chelsea Tempel MU, Arsenal?

Namun lemahnya konsentrasi lini belakang menjadi sorotannya. Banyak kesalahan-kesalahan yang tidak perlu terjadi sehingga menciptakan celah empuk yang disambar Bali United untuk mencetak gol.

Djanur memasukkan kelemahan itu kedalam catatan merah yang harus segera diperbaiki.

”Saya pikir itu terlepas dari tidak mainnya Cassio. Saya pikir ini adalah hari yang harus diperbaiki juga bagian koordinasi dan komunikasi antarpemain 4 belakang kami di box penalti,” tuturnya.

Sedangkan lini depan dan tengah pun tidak luput dari sorotannya. Dia mengakui koordinasi semua lini perlu diperbaiki baik koordinasi secara vertikal antar lini dan koordinasi horizontal antar pemain dalam satu lini.

“Kita tidak ingin menyalahkan gelandang kurang memberikan suplai bola, tapi saya pikir pergerakan striker juga perlu diperbaiki ke depan.”

“Makanya tadi kami mencoba mengganti dengan pemain yang baru dan hasilnya cukup ada perubahan sehingga tidak menutup kemungkinan ke depan kami akan melakukan rotasi,” tandasnya.

(Tribunpalu.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved