Tak Lolos TWK Kini Ditawari Kerja di BUMN, Penyidik Senior KPK: Itu Suatu Penghinaan

Tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kini para pegawai non aktif KPK ditawari kerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Editor: Muh Ruliansyah
Kompas.com/Garry Andrew Lotulung
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. 

TRIBUNPALU.COM - Tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kini para pegawai non aktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditawari kerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tawaran kerja di perusahaan pelat merah setelah dinyatakan tak lolos TWK dibenarkan penyidik senior KPK.

Menurutnya, saat ini beberapa rekan tak lolos TWK telah disodorkan surat pengundurkan diri.

Selain itu, mereka diberi tawaran bekerja di BUMN.

"Iya beberapa kawan-kawan dihubungi oleh insan KPK yang diyakini dengan pengetahuan Pimpinan KPK diminta untuk menandatangani dua lembar surat.

Yaitu permohonan pengunduran diri dan permohonan agar disalurkan ke BUMN," kata Novel saat dihubungi, Senin (13/9/2021).

Novel menyatakan pengunduran diri serta penawaran melanjutkan karier di BUMN bagi para pegawai tak lulus TWK merupakan bentuk penghinaan.

Baca juga: Detik-detik Evakuasi Rimbun Air di Ketinggian 2.400 Mdpl, Begini Kondisi Tiga Kru

Sebab, Novel dan 57 pegawai yang tidak berhasil jadi aparatur sipil negara (ASN) merasa bekerja di KPK untuk berjuang melawan korupsi, bukan mencari gaji saja.

Menurut dia, hal ini semakin jelas bahwa upaya sistematis untuk membunuh pemberantasan korupsi.

"Bagi kami itu adalah suatu penghinaan," ia menegaskan.

"Hal ini semakin menggambarkan adanya kekuatan besar yang ingin menguasai KPK untuk suatu kepentingan yang bukan kepentingan memberantas korupsi," tambah Novel.

Senada juga disampaikan pegawai KPK nonaktif, Benedycitus Siumlala menegaskan dirinya akan menolak surat tersebut.

Dia menyebut hal itu bukan jalan keluar untuk menyelesaikan polemik TWK.

"Kalau saya pribadi jelas menolak. Bukan itu jalan keluarnya, dan nggak ada opsi itu di rekomendasi Ombudsman dan Komnas HAM.

Baca juga: Kronologi Perampokan di BTN Kelapa Gading Kalukubula, Korban Disekap di Kamar Mandi

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved