Breaking News:

Parimo Hari Ini

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah di Parimo, Rp 1,5 M Jadi Barang Bukti Kejati Sulteng

Uang Rp 1,5 miliar jadi Barang Bukti (Babuk) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah untuk tahan tersangka kasus dugaan korupsi di Parimo.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Kejati Sulteng saat menyetor uang senilai Rp 1,5 miliar dari pengembalian tersangka perkara kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pada bagian Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Parimo. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Uang Rp 1,5 miliar jadi Barang Bukti (Babuk) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah untuk tahan tersangka kasus dugaan korupsi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). 

Tersangka berinisial ZF tersandung dalam perkara kasus dugaan korupsi pengadaan tanah pada bagian Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Parimo.

Pada kasus itu ZF mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp 1, 5 miliar kepada Kejati Sulteng.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy melalui Kasi Penkum Kejati Sulteng Reza Hidayat mengatakan, pengembalian uang itu atas inisiatif tersangka.

Maka kata Reza, uang itu akan digunakan sebagai barang bukti di Pengadilan Negeri Kelas 1 A PHI/Tipikor/Palu.

"Uang tersebut mantinya akan digunakan sebagai barang bukti di Pengadilan," kata, Jumat (17/9/2021).

Lanjut Reza menjelaskan, uang pengembalian itu dititipkan berdasarkan Surat Perintah Penitipan Barang Bukti Nomor: Print-167/P.2.5/Fd.1/09/2021 tanggal 17 September 2021 setelah disita oleh penyidik.

Penyitaan penyidik juga telah berdasarkan Berita Acara Penyitaan hari jumat tanggal 17 September 2021.

"Uangnya kemudian disetorkan langsung oleh Jaksa Penyidik Ariati dan I Gede Sukayasa, ke rekening penitipan Kejati Sulteng disalah satu bank," jelas Reza.

Diketahui, pada kasus itu ZF tidak sendiri.

Sebelumnya, tim penyidik Kejati Sulteng telah menahan tersangka RM dan AR atas dugaan korupsi pengadaan tanah pada bagian pemerintah umum Sekretariat Daerah (Sekda), Kabupaten Parigi Mautong 2015-2016.

Keduanya ditahan di Rutan Palu sejak Jumat (9/7/2021).

Dengan penahanan tersangka dan penitipan uang tersebut, maka Jaksa Penyidik pada bidang Pidsus Kejati Sulteng berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp1,5 miliar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved