Breaking News:

Nilai Ekspor Tinggi di Masa Pandemi, Diversifikasi Batik Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Tidak hanya memiliki nilai historikal, batik juga memiliki nilai ekspor tinggi yang tumbuh pada semester I tahun 2020 di masa pandemi.

Editor: Putri Safitri
handover
Menko Airlangga lakukan kunjungannya ke pelaku usaha batik di Kota Pekalongan, Kamis (16/09) 

TRIBUNPALU.COM - Pada tahun 2009 UNESCO menetapkan Batik Indonesia sebagai Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity sebagai pengakuan internasional bahwa batik Indonesia merupakan bagian kekayaan peradaban manusia.

Tidak hanya memiliki nilai historikal, batik juga memiliki nilai ekspor tinggi yang tumbuh pada semester I tahun 2020 di masa pandemi.

Nilai ekspor batik pada Januari hingga Juli 2020 mencapai US$21,54 juta, sedangkan dalam periode Januari hingga Juni 2019 angka tersebut berada di posisi US$17,99 juta.

Pertumbuhan nilai ekspor batik ini disebabkan oleh semakin banyak diversifikasi dari produk batik.

Baca juga: Menko Airlangga Dorong Mahasiswa UMJ Berjiwa Wirausaha

Baca juga: Menko Airlangga Dukung Industri Kelola Musik Digital

Menko Airlangga lakukan kunjungannya ke pelaku usaha batik di Kota Pekalongan, Kamis (16/09) (handover)
Menko Airlangga lakukan kunjungannya ke pelaku usaha batik di Kota Pekalongan, Kamis (16/09) (handover) (handover)

Berdasarkan potensi itulah industri kerajinan dan batik didukung sebagai salah satu sektor yang dapat menjadi penopang agenda Pemulihan Ekonomi Nasional.

Negara yang menjadi pasar utama batik Indonesia antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Melihat potensi yang sangat besar, pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya membuka pasar-pasar baru pada skala global.

FOLLOW:

Upaya ini diyakini dapat membantu kembali meningkatkan kinerja industri batik nasional di tengah dampak pandemi sekaligus semakin memperkenalkan beragam batik khas Indonesia.

“Batik yang diproduksi adalah batik tulis dan batik cap. Pemerintah berkomitmen bahwa batik ini selalu menjadi pakaian resmi seragam Pemerintah,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca juga: Mudahkan Fasilitas Fiskal, Menko Airlangga Apresiasi Sistem Aplikasi KEK Hasil Kolaborasi

Baca juga: Menko Airlangga: Double Disruption Terjadi Selama Masa Pandemi Covid-19

Menko Airlangga lakukan kunjungannya ke pelaku usaha batik di Kota Pekalongan, Kamis (16/09)
Menko Airlangga lakukan kunjungannya ke pelaku usaha batik di Kota Pekalongan, Kamis (16/09) (handover)
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved