Breaking News:

Nekat Hajar Wasit, 5 Pesepakbola di Donggala Sulteng Divonis Penjara 10 Bulan

Buntut pemukulan terhadap wasit, lima pesepakbola di Donggala kini harus mendekam di jeruji besi selama 10 bulan.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Ilustrasi pemukulan terhadap wasit. 

TRIBUNPALU.COM - Buntut pemukulan terhadap Wasit, lima pesepakbola di Donggala kini harus mendekam di jeruji besi selama 10 bulan.

Kasus pemukulan terhadap Wasit dalam pertandingan Sepak Bola itu terjadi pada 7 Maret 2020.

Saat itu, pertandingan antara Lompio FC melawan Sinar Jaya Sipi digelar di Lapangan Sepakbola Surya Muda Tanjung Padang, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Mengenai kronologi pemukulan tersebut, dijelaskan juru bicara Pengadilan Negeri Donggala, Andi Aulia Rahman.

“Pada saat pertandingan berjalan di menit ke-14 babak kedua, Wasit saudara Muhtar Lembah menghadiahkan kartu merah kepada terdakwa Moh Rifaldi (pemain Sinar Jaya Sipi) akibat pelanggaran keras yang dilakukan terhadap pemain Lompio FC. Pada saat itu, terdakwa Moh Rifaldi tidak menerima keputusan Wasit dan langsung menganiaya Wasit Muhtar Lembah berulang kali dengan menggunakan tangan terkepal yang mengenai rahang sebelah kiri Wasit,” jelas Andi melalui siaran pers, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Detik-detik Mencekam Evakuasi Jasad Suster Gabriella, Personel TNI-Polri Diganggu Tembakan KKB Papua

Baca juga: Berita Populer Sulteng: Jalan Jati Palu Segera Dibenahi hingga Pungli Oknum Pegawai Dishub Banggai

“Kemudian disusul oleh para pemain Sinar Jaya Sipi yang lain yaitu Terdakwa Septian Dwi Cahyo, Reski Ardianto, Muzakir, dan Ahmad Rizal yang bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap Wasit, termasuk menginjak dengan menggunakan sepatu bola yang mengenai lengan sebelah kiri dan rusuk sebelah kiri Wasit Muhtar Lembah,” tambah Andi menjelaskan.

Kini lima pesepakbola, yaitu Septian Dwi Cahyo, Reski Ardianto, Muzakir, Mohamat Rifaldi, dan Ahmad Rizal harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Kelimanya divonis hukuman penjara 10 bulan oleh Majelis Hakim yang terdiri dari Ahmad Gazali, sebagai Hakim Ketua, Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah dan Danang Prabowo Jati sebagai Hakim Anggota.

Mereka dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana seecara terang-terangan dan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang.

"Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan," kata Andi.

"Dalam tuntutannya, penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Donggala menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa selama 9 bulan lamanya," tambahnya.

Setelah vonis tersebut, kelima terdakwa menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved