Breaking News:

Ali Kalora Tewas

Pengamat Terorisme dari Universitas Tadulako Komentari Tewasnya Panglima Teroris Poso

Pengamat Terorisme Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil mengapresiasi keberhasilan TNI-Polri dalam melumpuhkan Ali Kalora. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/HandOver
Dekan FISIP Universitas Tadulako Prof Muhammad Khairil 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM,PALU - Pengamat Terorisme Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil mengapresiasi keberhasilan TNI-Polri dalam melumpuhkan Ali Kalora

Pimpinan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu tewas dalam operasi Madago Raya di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (18/9/2021). 

"Jika benar Ali Kalora tewas, layak diapresiasi upaya dan kerja keras aparat. Mengingat memang tidak mudah untuk mengatasi kelompok ini," ujar Prof Khairil, Minggu (19/9/2021). 

Ia menuturkan, catatan panjang penanganan konflik hingga terorisme telah memberi pembelajaran berharga, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. 

Meskipun di sisi lain, Dekan FISIP Untad itu tak memungkiri bahwa penanganan tindak pidana terorisme di Sulteng kerap menimbulkan pro dan kontra.

Sehingga, ia berharap agar aparat sering berkoordinasi dengan tokoh agama serta stakeholder dalam mensosialisasikan nilai-nilai pancasila dan bahaya radikalisme. 

"Kita semua harus tetap waspada dan tidak terpancing isu sara. Jangan mudah terprovokasi atas nama agama, termasuk direkrut melalui doktrin yang menyesatkan," ucap Prof Khairil. 

Sebelumnya, Satgas Madago Raya terlibat kontak senjata dengan kelompok MIT di Desa Astina, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9/2021) pukul 18.15 Wita. 

Akibat insiden itu, dua anggota MIT dilaporkan tewas, yakni Ali Kalora dan Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama. 

Dengan tewasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, kelompok teroris MIT Poso diketahui tersisa empat orang.

Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae Alias Galuh alias Mukhlas, Suhardin alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. 

Informasi resmi diterima TribunPalu.com, Satgas Madago Raya masih terus menyisir pegunungan dipimpin Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi bersama Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved