Breaking News:

Palu Hari Ini

Berikut Prosedur Registrasi Pangan dan Obat Tradisional yang Benar Menurut BPOM di Palu

Kepala BPOM di Palu Agus Riyanto temui Wakil Wali Kota Palu dr Reny A Lamadjido untuk sampaikan prosedur registrasi pangan dan obat tradisional.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Kepala Balai POM Palu Agus Riyanto temui Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido untuk sampaikan prosedur registrasi pangan dan obat tradisional di Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (20/9/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala BPOM di Palu Agus Riyanto temui Wakil Wali Kota Palu dr Reny A Lamadjido untuk menyampaikan prosedur registrasi pangan dan obat tradisional.

Pertemuan dilakukan di ruang rapat Bappeda Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (20/9/2021) sore.

"Sesuai  Permenkes  No 007 tentang Registrasi Obat Tradisional,  pasal 2 ayat (1) obat tradisional yang diedarkankan di wilayah Indonesia wajib memiliki izin edar, pada ayat (2) izin edar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh Kepala Badan, pada ayat (3) pemberian izin edar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui mekanisme registrasi sesuai dengan tatalaksana yang ditetapkan," kata Agus Riyanto.

Sedangkan berdasarkan Permenkes No.006 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional pada pasal 2 ayat (1) obat tradisional hanya dapat dibuat oleh industri dan usaha di bidang obat tradisional.

Baca juga: Operasi Patuh Tinombala 2021 di Banggai Fokus Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19

Baca juga: Info Lowongan Kerja PT KAI untuk Lulusan SMA HIngga S1, Buka hingga 24 September 2021,Ini Syaratnya

Pada ayat (2) industri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: IOT dan IEBA, pada ayat (3) usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: UKOT, UMOT, usaha jamu racikan dan usaha jamu gendong.

Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) merupakan salah satu tahapan perizinan dalam rangka suatu produk obat tradisional nantinya memperoleh nomor izin edar.

CPOTB adalah seluruh aspek kegiatan pembuatan Obat Tradisional yang bertujuan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya.

"Tujuan dari sertifikasi CPOTB bertahap mengayomi pelaku UMKM obat tradisional, namun tetap memperhatikan aspek keamanan, kebermanfaatan, dan mutu obat tradisional melalui penahanan penerapan aspek CPOTB," ungkap Agus Riyanto.

Mendengar, pentingnya penggunaan sertifikat bagi obat tradisional dan makanan untuk UMKM.

Reny A Lamadjido meminta kepada Balai POM Palu untuk memfasilitasi para pelaku usaha dalam membuat sertifikatnya.

"Dalam meningkatkan kualitas pangan yang di konsumsi oleh warga kita mohon untuk di fasilitasi bagi pelaku UMKM dalam pengurusan sertifikatnya," imbuh Reny A Lamadjido.

Reny A Lamadjido juga menyebut, masih banyak pelaku usaha obat tradisional dan olahan makanan belum bersertifikat.

Namun, penjualannya sudah mencapai keluar kota. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved