Breaking News:

Kisah Para Anggota PKI yang Punya Ilmu Kebal Saat Dieksekusi, Tak Mati Meski Keningnya Ditembak

Salah satu sejarah kelam dalam perjalanan Bangsa Indonesia adalah peristiwa Gerakan 30 September yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Editor: Putri Safitri
wikipedia
Peristiwa pembersihan anggota dan simpatisan PKI 

Kejadian tak jauh berbeda dialami pasukan Kopassus yang diterjunkan untuk menumpas seorang simpatisan PKI yang terkenal sebagai dukun

Dikutip dari buku "Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando" karya Hendro Subroto, saat itu pada tahun 1967, perburuan terhadap simpatisan dan anggota PKI dilakukan di kawasan yang terletak antara Cepu dan Ngawi.

Kopassus bersama sejumlah prajurit Kodam Diponegoro hendak menumpas simpatisan PKI yang bernama Mulyono Surodihadjo alias Mbah Suro.

Dalam operasi ini, Kopassus berkekuatan satu kompi di bawah pimpinan Letnan Feisal Tanjung, sedangkan Kodam Diponegoro menerjunkan prajurit dari Yon 408, Yon 409, Yon 410.

TNI terpaksa menggunakan cara kekerasan untuk menghentikan dukun PKI itu.

Adapun Mbah Suro merupakan seorang mantan lurah yang dibebastugaskan akibat kesalahannya sendiri.

Setelah lengser sebagai lurah, Mbah Suro membuka praktik sebagai dukun yang mengobati orang sakit.

Namun, belakangan sosok Mulyono dikenal sebagai dukun kebal, hingga ia disebut sebagai Mbah Suro atau Pendito Gunung Kendheng.

Pergantian nama baru menjadi Mbah Suro juga diikuti dengan perubahan penampilannya seperti memelihara kumis tebal, dan rambut panjang.

Ia melakukan berbagai kegiatan yang berbau klenik, dan menyebarkan kepercayaan Djawa Dipa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved