Breaking News:

Berita Populer Nasional

Berita Populer Nasional: 5 Fakta Teller Gelapkan Rp 1,2 M hingga Anies Baswedan Diperiksa KPK

5 fakta teller Bank BUMN gelapkan uang Rp 1,2 miliar menjadi salah satu Berita Populer Nasional di TribunPalu.com kemarin.

Editor: Muh Ruliansyah
handover
5 Fakta Teller Bank BRI di Riau Pakai Trik Nakal Gelapkan Rp1,2 Miliar, Terbelit Utang Pinjol 

Hal ini menyebabkan kebijakan impor minyak semakib besar.

Ia menerangkan, saat ini lifting energi produksi minyak bumi hanya 800 ribu barel per hari sementara kebutuhan dikisaran 1,5 juta barel.

Defisit tersebut menyebabkan impor semakin besar dan menekan neraca pembayaran dalam transaksi berjalan.

"Dan bisa jadi berdampak pada rupiah dalam skala embayaran fiskal,” kata Ahmad Syaikhu.

Selama ini, menurut Ahmad Syaikhu, energi nasional tergantung pada migas. Perlu didorong kebijakan terkait energi terbarukan.

"Sehingga potensi sumber energi yang baru dapat lebih dioptimalkan, tidak hanya mengandalkan sekktor hulu migas,” imbuh Ahmad Syaikhu.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menyampaikan harapannya kepada masyarakat, khususnya usia muda.

Yakni tidak menyebarkan informasi yang tidak benar.

Dalam hal ini ialah terkait utang negara atau utang pemerintah. 

“Literasi awal yang penting dipahami bersama dengan kaum muda adalah agar kita tidak terjebak pada informasi-informasi yang bersifat disinformatif, yang membuat kita ketakutan akan masa depan,” kata Dia.

Ia mengatakan mengurus negara sebetulnya tidak jauh berbeda dengan mengelola rumah tangga, yang terkadang rumah tangga membutuhkan pembiayaan atau utang untuk memenuhi kebutuhan produktifnya.

“Negara juga sama, ketika perekonomian melambat karena pandemi, otomatis penerimaan pajak turun. Padahal belanja negara sedang naik untuk sektor kesehatan dan perlindungan sosial, kita perlu pembiayaan dari utang,” terang Prastowo dalam talkshow daring Infest Inkubasi 2021 seperti dilansir dari Antara, Senin (20/9/2021).

3. Anies Diperiksa KPK

Diperiksa KPK selama lima jam, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diberi delapan pertanyaan terkait pengadaan tanah di Munjul.

Anies Baswedan diperiksa sejak pukul 10.06 WIB sampai pukul 15.16 WIB.

Dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Dalam pemeriksaan selama kurang lebih 5 jam itu, Anies menyebut dirinya ditanya tim penyidik KPK seputar program pengadaan rumah.

"Ada 8 pertanyaan yang terkait dengan program pengadaan rumah di Jakarta. Pertanyaan menyangkut landasan program dan seputar peraturan-peraturan yang ada di Jakarta," ucap Anies di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2021).

Namun Anies tidak memerinci lebih jauh delapan pertanyaan terkait program pengadaan rumah tersebut.

"Menyangkut subtansi biar KPK yang jelaskan, dari sisi kami tentang apa yang menjadi program," kata Anies yang diperiksa untuk tersangka eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles.

Anies mengaku pemeriksaan sudah selesai sejak pukul 12.30 WIB.

Akan tetapi ada beberapa proses yang harus diselesaikan olehnya selesai pemeriksaan.

"Sebenarnya sudah selesai 12.30 WIB (diperiksa) tapi kemudian panjang untuk mereview yang tertulis itu sama. Tuntas semua jam 3-an lalu selesai," kata dia.(*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved