Breaking News:

Palu Hari Ini

Realisasi Belanja Daerah Kota Palu 46,38%, Hadianto Apresiasi Kinerja OPD

Hadianto Rasyid menyampaikan rasa syukurnya atas capaian Pemerintah Kota Palu mendapatkan apresiasi dari Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/ALAN
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menghadiri Rapat Evaluasi Pengawasan dan Realisasi Anggaran (Rapim Tepra) bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rapat digelar di ruang rapat Bantaya, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (23/9/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menghadiri Rapat Evaluasi Pengawasan dan Realisasi Anggaran (Rapim Tepra) bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rapat digelar di ruang rapat Bantaya, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (23/9/2021) siang.

Hadianto Rasyid menyampaikan rasa syukurnya atas capaian Pemerintah Kota Palu mendapatkan apresiasi dari Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian.

Apresiasi itu atas pencapaian realisasi belanja daerah dengan presentasi 46,38%, melampaui angka persentase realisasi belanja kabupaten dan kota secara nasional.

Menurutnya, apresiasi dan pencapaian yang diperoleh tersebut harus menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Palu untuk menjaga konsistensi dalam penggunaan anggaran di periode ke depannya.

"Saya sudah sampaikan sebelumnya, Rapat Tepra ini kita akan laksanakan pada bulan kedua setiap triwulan. Agar setiap triwulan yang kita lewati, target-targetnya tercapai dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Cudi Perintahkan Bupati dan Wali Kota Segera Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Hadianto Rasyid menargetkan agar di triwulan III ini serapan anggaran Pemerintah Kota Palu harus mencapai 75 persen.

Dia mengingatkan para pimpinan OPD agar mengidentifikasi dengan baik setiap hambatan dan kendala yang dihadapi.

"Saya tau, kendala dan hambatan ini sudah biasa terjadi. Kalau sudah terbiasa harusnya tidak lagi menjadi kendala. Saya mau lihat itu di progres triwulan terakhir," tuturnya.

Hadianto Rasyid mencontohkan kendala yang sering terjadi yakni keterlambatan pembayaran honor.

Padahal Ia menginginkan hal tersebut bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Identifikasi baik masalah itu, lalu kita lakukan penguatan untuk menyelesaikannya. Semua harus teridentifikasi dengan baik," ucapnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved