Breaking News:

Apa Itu Pendarahan Otak? Kenali Penyebab, Gejala, hingga Cara Pencegahan

Apa itu pendarahan otak yang dialami Tukul Arwana? Apakah ada gejalanya dan bagaimana pertolongan pertama jika mengalami pendarahan otak?

Editor: Imam Saputro
sciencedaily.com
Ilustrasi otak manusia 

- Kehilangan keseimbangan atau koordinasi

- Kebingungan atau kesulitan memahami

- Kesulitan berbicara atau bicara cadel

- Stupor, lesu, atau tidak sadar

- Kejang

Sangat penting untuk mengenali gejala-gejala ini dengan cepat untuk memungkinkan pengobatan dimulai sesegera mungkin.

Jenis Pendarahan Otak

Terdapat beberapa jenis pendarahan otak.

Jenis ini tergantung pada lokasi perdarahan:

- Perdarahan intraserebral: Perdarahan ini terjadi di dalam otak.

- Pendarahan subarachnoid: Pendarahan yang terjadi antara otak dan selaput yang menutupinya.

- Perdarahan subdural: Pendarahan ini terjadi di bawah lapisan dalam dura dan di atas otak.

- Perdarahan epidural: Pendarahan antara tengkorak dan otak.

Semua jenis pendarahan otak dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.

Dampak Pendarahan Otak

Pendarahan otak dapat berdampak komplikasi.

Karena pendarahan mencegah sel-sel saraf berkomunikasi dengan bagian lain dari tubuh dan melanjutkan fungsi normal.

Dampak yang kerap terjadi setelah pendarahan otak adalah masalah gerakan, bicara, atau memori.

Beberapa komplikasi dapat terjadi, tergantung pada lokasi perdarahan dan kerusakan.

Komplikasi ini mungkin bersifat sementara dan juga permanen.

Berikut ini beberapa efek/komplikasi yang mungkin terjadi karena pendarahan otak:

- Kelumpuhan

- Mati rasa atau kelemahan di bagian tubuh

- Kesulitan menelan, atau disfagia

- Kehilangan penglihatan

- Berkurangnya kemampuan untuk berbicara atau memahami kata-kata

- Kebingungan atau kehilangan ingatan

- Perubahan kepribadian atau masalah emosional

Cara Pencegahan Pendarahan Otak

Setiap orang penting untuk melindungi diri mereka sendiri dari risiko cedera otak traumatis.

Hal cara mudah untuk melindungi kepala dan otak yang dapat dilakukan seperti mengenakan sabuk pengaman di mobil atau helm saat mengendarai sepeda atau sepeda motor.

Orang yang mengalami pendarahan otak atau stroke memiliki peluang 25% untuk mengalaminya lagi di masa depan.

Perubahan gaya hidup dapat membantu seseorang untuk mengurangi risiko atau mencegah kejadian serebrovaskular.

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi perlu melakukan pemeriksaan rutin dan mengambil langkah-langkah untuk menurunkan tekanan darah mereka.

Hindari rokok yang merupakan faktor risiko signifikan untuk stroke.

Racun dalam tembakau merusak sistem kardiovaskular dan dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, membuatnya lebih sempit dan lebih berisiko terkena stroke.

Penderita diabetes perlu memastikan bahwa mereka menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Banyak penderita diabetes yang juga memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kelebihan berat badan, semua itu merupakan faktor risiko stroke.

Diet dan olahraga dapat membantu mencegah pendarahan otak.

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, diabetes, penyakit jantung, dan stroke.

(Tribunnews.com/Nadya)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Itu Pendarahan Otak? Berikut Penyebab, Gejala hingga Cara Pencegahannya

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved