Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Yusril Bela Demkorat Versi KLB, Kubu AHY: Mengambil Keuntungan Praktik Politik Hina Moeldoko

Gejolak di Partai Demokrat kembali memanas setelah kubu Moeldoko mengambil langkah untuk mengajukan gugatan ke MA.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Andi Arief 

TRIBUNPALU.COM - Gejolak di Partai Demokrat kembali memanas setelah kubu Moeldoko mengambil langkah untuk mengajukan gugatan ke MA.

Dalam langkahnya itu, kubu Moeldoko menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum.

Gugatan yang dilakukan Yusril terkait uji formil materiil AD/ART Partai Demokrat tahun 2020 atau eranya AHY.

Penunjukan Yusril sebagai kuasa hukum kubu Moeldoko rupanya membuat kubu AHY kebakaran jenggot.

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief bahkan menyebut Yusril sengaja mengambil keuntungan dari manuver yang dilakukan kubu Moeldoko.

Baca juga: Demokrat Kembali Memanas, Kubu Moeldoko Gandeng Yusril Gugat AD/ART ke MA, Kubu AHY: Cari Pembenaran

Menurut Andi Arief, apa yang dilakukan Yusril itu adalah pragmatisme.

Bahkan ia menuding Yusril mengambil keuntungan dan membenarkan praktik politik hina yang dilakukan Moeldoko.

"Tua adalah kelelahan, tua adalah pragmatisme. Kira-kira itulah cara menjelaskan sikap @Yusrilihza_Mhd
yang menurut kawan saya @RachlandNash YIM mengambil keuntungan dan membenarkan praktik politik hina KSP Moeldoko," tulis Andi Arief di Twitternya, Sabtu (25/9/2021).

Ia juga mempertanyakan argumen Yusril yang mengatakan kekosongan hukum menilai AD/ART? Menurut AD/ART PBB disebut bahwa mahkamah partai adalah penafsir terakhir konstitusi partai.

"Lalu yang kosong apa ya," tanya Andi Arief.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved