Breaking News:

CSIS Sebut Gaya Komunikasi Politik Airlangga Naikkan Elektabilitas

CSIS menilai komunikasi lintas partai ini harus menjadi agenda politik yang konsisten bagi Airlangga.

Penulis: Muh Ruliansyah | Editor: Putri Safitri
Handover
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 

TRIBUNPALU.COM – Komunikasi politik yang dilakukan belakangan ini oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam dua hari terakhir dinilai strategis, menyusul posisi Airlangga merupakan pimpinan dari partai besar dengan kursi terbanyak kedua di DPR.

Dalam situasi politik di Indonesia yang sangat dinamis saat ini, Arya Fernandes, Head of Department of Politics and Social Change at Centre for Strategic and International Studies (CSIS), menilai komunikasi lintas partai ini harus menjadi agenda politik yang konsisten bagi Airlangga.

Diketahuin sebelumnya Ketua Umum Golkar Airlangga bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Klaten, kemudian Airlangga juga olahraga pagi bareng Muhaimin Iskandar di Jakarta Sabtu pagi kemarin.

“Semakin sering mereka bertemu, maka di tingkat pemilih, di bawah, juga semakin baik dan tidak terpolarisasi. Masyarakat melihat mereka bisa berkomunikasi, meski suatu saat juga berkompetisi,” kata Arya, Minggu (26/9/2021).

Baca juga: Jalan Pagi Bersama Cak Imin, Menko Airlangga: Nggak Ada Politiknya, Tapi Keringatnya

Dalam acara Haul Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, Jumat (24/9/2021), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Airlangga dan Ganjar bertemu di Rumah Eyang Reksodiharjo, di Jatinom, Klaten.
Dalam acara Haul Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, Jumat (24/9/2021), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Airlangga dan Ganjar bertemu di Rumah Eyang Reksodiharjo, di Jatinom, Klaten. (handover)

FOLLOW:

Situasi politik di Indonesia saat ini belum jelas menunjukkan siapa saja yang akan mendapatkan dukungan dari partai politik untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang.

Dalam kondisi seperti itu, Arya menilai bahwa komunikasi politik imenjadi sangat strategis untuk dilakukan.

“Terutama, komunikasi lintas partai,” kata Arya.

Menurut Arya, langkah Airlangga tersebut ditujukan Pertama, untuk membaca kemungkinan-kemungkinan membentuk koalisi. Kedua, mencari chemistry di antara tokoh-tokoh tersebut. Ketiga, mencari kesamaan platform, pandangan dan kebijakan.

Baca juga: Airlangga dan Ganjar Tampil Mesra di Haul Ki Ageng Gribig Jatinom Klaten

Golkar sendiri dalam agenda Pilpres 2024 nanti memang diuntungkan, karena memiliki kira-kira 14% kursi di DPR, sehingga hanya butuh sisa 6% untuk mencalonkan presiden.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved