Breaking News:

Palu Hari Ini

Nekat Kirim Sabu Lewat Jasa Mobil Rental, Pria Asal Banggai Terancam Dipenjara 20 Tahun

Badan Narkotika Nasional Kota Palu berhasil mengamankan satu pelaku bandar narkoba dari Kabupaten Banggai.

Penulis: Moh Salam | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Kepalan BNNK Palu AKBP Baharuddin saat memperlihatkan tersangka dengan babuk jenis sabu, Selasa (28/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Narkotika Nasional Kota Palu berhasil mengamankan satu pelaku bandar narkoba dari Kabupaten Banggai.

Pelaku dengan inisial M alias O.

Kepala BNNK Palu AKBP Baharuddin mengungkapkan, saat dilakukan BAP pelaku mengaku barang bukti narkoba jenis sabu diperoleh dari Palu yang dikirim oleh seseorang dengan inisial F melalui agen rental Palu-Luwuk.

Pengiriman paket sabu atas perintah dan arahan salah satu bandar dari Makassar.

Diketahui bandar dari Makassar tersebut berinisial R alias A.

Baca juga: Gugat Haris Azhar dan Fatia Sebesar Rp 100 Miliar, Luhut: Saya Berikan untuk Orang yang Membutuhkan

Baca juga: Rela Lepas Pangkat Kolonel TNI AU Demi Jadi Kepala BKKBN NTB, Rusnawi Malah Kena Tipu Jabatan

"Saat ini bandar dari Makassar dengan inisial R alias A dan pengirim dengan inisial F sudah menjadi Target Operasi (TO)," ungkap Kepala BNNK Palu AKBP Baharuddin, Selasa (28/9/2021).

Pelaku M alias O tersebut melakukan aksinya dengan modus langsung memesan sabu melalui telepon kepada R alias A.

"Jadi pesanan sabu itu dikirim melalui agen rental tujuan Palu-Luwuk dengan cara nama dan identitas penerima paket disamarkan alias dipalsukan," tutur Perwira Menengah Polri itu.

Perwira dengan pangkat dua bunga melati emas menyebutkan, pelaku berhasil diamankan Rabu (1/9) pukul 12.30 Wita saat hendak mengambil paket sabu di agen rental PO Nur di Kompleks Mangkio Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai, Sulteng.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan antara lain 2 bungkus plastik bening narkoba jenis sabu, satu buah kaleng biskuit, satu bungkusan plastik beras, dua handphone dan satu buah dos untuk memasukan barang terlarang tersebut.

Pelaku diancam dengan pasal 114 ayat 2, pasal 122 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tentang Narkotika tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved