Breaking News:

Palu Hari Ini

Ibu Kota Negara Pindah ke Kaltim, Stok Bahan Kebutuhan Pokok di Palu Dikhawatirkan Berkurang

Ajenkris mengatakan, pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur harus diantisipasi.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIR
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajengkris 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajenkris mengatakan, pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur harus diantisipasi.

Hal itu disebabkan kebutuhan pokok di Kota Palu dikhawatirkan bakal berkurang.

Sebab, semua pengusaha akan melakukan pengiriman ke ibu kota negara baru tersebut.

"Karena kita yang paling dekat dengan mereka (Ibu Kota Negara baru,red) dalam proses pengiriman. Olehnya itu akan coba kita kembangkan lahan yang tidak digunakan untuk dialiri air. Supaya berfungsi semua," kata Ajenkris kepada TribunPalu.com di Jl Balai Kota Utara, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (29/9/2021) siang.

"Sebenarnya kita masuk kategori kayasetelah resmi Ibu Kota Negara Indonesia itu," ungkapnya.

Baca juga: Pemkab Sigi Lantik Anggota BPD Di Kecamatan Sigi Biromaru dan Pipikoro

Baca juga: PGM Tak Berlakukan Syarat Wajib Vaksin Bagi Pengunjung Komorbid

Dikutip dari Tribunnews, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan proses pembangunan ibu kota negara yang baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur akan tetap berjalan.

Meskipun saat ini Indonesia masih harus menghadapi pandemi Covid-19.

"Agenda untuk ibu kota baru ini tetap dalam rencana," kata Jokowi dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (27/9/2021).

Jokowi menyebutkan, untuk saat ini pembangunan ibu kota baru sedang dalam tahap pembangunan infrastrutktur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved