Breaking News:

Sigi Hari Ini

Temui 3 Paguyuban Desa Toro Sigi, Irwan Bahas Potensi Hutan Adat

Kabupaten Sigi adalah satu wilayah yang telah mengakui dan melindungi masyarakat adat melalui pelaksanaan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
handover/Humas Pemkab Sigi
Pemerintah Kabupaten Sigi menghadiri musyawarah adat 3 Komunitas Hasil Vertex Hutan Adat di Desa Toro Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (2/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi menghadiri musyawarah adat 3 Komunitas Hasil Vertex Hutan Adat di Kabupaten Sigi.

Musyawarah adat itu difasilitasi Sekretariat Bersama Kawal Hutan Adat. 

Agenda tersebut dihadiri langsung Bupati Sigi Mohamad Irwan ditemani Kadis PMD dan Kadis DLH Kabupaten Sigi.

Hadir pula Sekretaris Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Sigi, Kades Toro, para tokoh adat di tiga wilayah yaitu Adat Toro, Adat Lindu dan Adat Moa dan NGO Pemerhati Lingkungan.

Musyawarah tersebut berlangsung di Desa Toro Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Gubernur Sulteng dan Wabup Sigi Berangkat Saksikan Pembukaan PON XX Papua

Bupati Sigi Mohamad Irwan dalam musyawarah tersebut menyebutkan, hutan adat merupakan skema dari perhutanan sosial dan bagian dari program Pemkab Sigi.

Selain itu, menurutnya, hutan adat adalah program prioritas nasional Reforma Agraria yang tengah dijalankan pemerintah. 

"Jadi Program Reforma Agraria dimaksudkan untuk keadilan akses masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan yang ditunjang dengan program pemerataan ekonomi, agar memberikan manfaat ekonomi dengan prinsip-prinsip pengelolaan hutan yang berkelanjutan," ucap Bupati Sigi Mohamad Irwan, Sabtu (2/10/2021).

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, pemerintah selama ini telah berusaha untuk membuat dan menjalankan kebijakan yang mengarah pada pengakuan dan perlindungan masyarakat adat itu. 

Kabupaten Sigi adalah satu wilayah yang telah mengakui dan melindungi masyarakat adat melalui pelaksanaan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

Baca juga: Berikut Waktu yang Tepat serta Tips untuk Sarapan Agar Terhindar dari Lonjakan Gula Darah

Tak hanya itu bahkan menjadi Benchmarking bagi daerah-daerah lain di Indonesia. 

Hal itu menjadi peluang dan kerumitan juga mesti dikenali dalam proses penetapan desa adat, wilayah adat, hutan adat dan tanah adat.

"Nanti pada akhirnya daerah kita ini akan dikenal sebagai daerah yang menghormati dan melindungi warisan leluhurnya, hutannya, tanahnya, airnya dan hukum adatnya," jelas Irwan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved