Senin, 20 April 2026

Anak Muda Wajib Tahu Cara Mengatur Keuangan Bulanan Agar Tidak Boros dan Terhindar dari Utang

Berikut ini kami sampaikan tata cara mengatur keuangan bulanan untuk anak muda di era milenial, terutama bagi pelajar/mahasiswa dan pekerja awal.

Handover
FOTO ILUSTRASI: Tips mengatur keuangan bagi anak muda pelajar, mahasiswa hingga pekerja pemula 

Anak Muda Wajib Tahu Cara Mengatur Keuangan Bulanan Agar Tidak Boros dan Berhutang

TRIBUNPALU.COM - Mengatur keuangan bulanan menjadi suatu hal wajib yang harus kamu ketahui.

Terutama jika kamu adalah anak muda yang saat ini baru bekerja atau kuliah.

Krisis keuangan biasanya akan kamu alami di usia-usia tersebut.

Tak hanya untuk biaya nongkrong, jalan-jalan dan liburan saja, kamu perlu menabung untuk keperluan yang lain.

Agar tidak boros dan tidak berhutang, kamu harus memiliki cara tersendiri dalam mengatur keuangan bulananmu.

Jika kamu belum mengetahuinya, kami akan memberitahumu melalui artikel berikut ini.

Sebelumnya kami sampaikan jika artikel ini telah kami lansir dari laman Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Baca juga: Mengapa Ketombe dapat Menyebabkan Kerontokan? Simak Penjelasan dan Tips Mengatasinya

1. Pentingnya tujuan dan rencana keuangan

Jika kamu ingin mengatur keuangan bulananmu, maka hal pertama yang harus ada dalam dirimu adalah tujuan dan rencananya.

Hal ini bertujuan agar porsi pengeluaran dan pemasukan sesuai dengan apa yang sudah kamu rancang sebelumnya.

Untuk membagi porsi pengeluaran, kamu bisa melakukannya dengan teknik 50:30:20.

Teknik tersebut berlaku setiap pemasukan yang kamu terima per bulannya.

Maksud dari teknik 50:30:20 ialah sebagai berikut:

- 50 persen dari total pemasukan bulanan digunakan sebagai biaya sehari-hari.

- 30 persen dari total pemasukan bulanan digunakan sebagai tabungan.

Namun alangkah lebih baiknya kamu juga mencoba untuk berinvestasi sejak dini.

- 20 persen dari total pemasukan bulanan digunakan sebagai biaya kebutuhan konsumtif.

2. Rajin checking saldo di rekening

Bagi seseorang yang jarang melakukan pengecekan terhadap saldo di rekeningnya cenderung lebih boros.

Tak hanya itu, tipe kepribadian yang seperti ini cenderung tidak sadar sudah mengeluarkan berapa banyak dari uang tabungannya.

Sehingga rutin mengecek saldo di rekening dinilai efektif dalam mengatur keuangan bulanan anak muda.

Hal ini juga dapat membuatmu lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.

Dengan teknik 50:30:20 di awal tadi, kamu juga harus mengingat satu hal.

Yakni dana tabungan tidak boleh disentuh jika tidak dalam keadaan finansial yang darurat.

Dana tabungan ditujukan untuk masa depanmu.

Sehingga jika tidak kepepet, jangan ambil dana tabungan tersebut.

Baca juga: Tips Tanam Sawi di Rumah, Bisa Gunakan Sistem Hidroponik Atau Konvensional dengan Barang Bekas

ILUSTRASI mata uang dolar Australia
ILUSTRASI mata uang dolar Australia (dailyfx.com)

3. Hindari kebiasaan berhutang

Berhutang di kalangan anak muda tidak hanya kepada temannya saja.

Seiring bertambah majunya teknologi saat ini membuat proses berhutang menjadi lebih mudah.

Misalnya saja penggunaan fitur platform pay later yang bisa membeli suatu barang dengan cara menyicil.

Meskipun cukup menggoda, namun kamu jangan pernah ketergantungan dengan fitur tersebut.

Dari laman Kemenkau RI, dikatakan jika fitur pay later tanpa disadari merupakan salah satu bentuk hutang.

Jika kamu menggunakannya, maka kamu memiliki kewajiban untuk membayarnya di lain waktu.

Hal ini akan menyebabkan ketidakfokusan kamu dalam mengelola gaji bulanan.

Bukan fokus pada menabung atau berinvestasi, barang kali kamu malah fokus untuk melunasi hutang tersebut.

4. Mempunyai dana darurat

Dana darurat ialah dana simpanan yang siap digunakan kapanpun untuk kebutuhan mendesak.

Maka dari itu menyisihkan pemasukan sangat penting untuk kamu lakukan mulai saat ini.

Paling tidak kamu harus mempunyai dana darurat ebanyak 6 kali pengeluaran tiap bulannya.

Jika kamu sudah berpasangan suami istri, maka membutuhkan 12 kali pengeluaran tiap bulan.

Namun yang harus digarisbawahi, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Sehingga bisa ajdi, dana darurat yang kamu butuhkan dengan kebutuhan temanmu berbeda.

Pastikan kamu bisa menyisikan dana tersendiri tiap bulannya yang digunakan sebagai dana darurat.

Baca juga: Tips agar Notifikasi Grup WhatsApp Tak Muncul Selamanya, Ikuti Langkah-langkahnya

5. Menabung dan mencoba untuk berinvestasi

Dari keempat cara di atas tidak akan berjalan dengan sempurna tanpa menabung.

Untuk melatihnya kamu bisa menggunakan teknik SIP, yakni Saving (menabung), Investment (berinvestasi) dan Protection (perlindungan).

Jika kamu baru saja mendapatkan pekerjaan, kebiasaan menabung harus dimulai sejak saat itu juga.

Tak hanya sekali dua kali, kamu harus konsisten dalam melakukan hal tersebut.

Kemudian investasi juga menjadi keharusan yang patut kamu coba sejak dini.

Investasi digunakan untuk berbagai kebutuhan di masa depan.

Selanjutnya adalah perlindungan untuk kesahatan maupun jiwa.

Hal ini sangat penting untuk menghindari hal-hal yang kurang diinginkan di masa depan.

(TribunPalu.com/Hakim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved