Breaking News:

Cerita Penemuan Sumur Maut Lubang Buaya, Tempat Para Jenderal Korban G30S PKI Dibuang

Berikut ini cerita penemuan tujuh jasad pahlawan revolusi yang dibuang di sumur lubang buaya.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
sumur maut lubang buaya 

TRIBUNPALU.COM - Peristiwa G30S/PKI menjadi sejarah kelam bagi bangsa Indonesia.

Dalam peristiwa ini tujuh perwira TNI AD dibunuh secara sadis.

Tujuh orang yang kemudian disebut sebagai Pahlawan Revolusi gugur menjadi korban kekejaman PKI.

Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R. Soeprapto, Mayjen M.T. Haryono, Mayjen S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan, Brigjen Sutoyo, dan Lettu Pierre A. Tendean.

Ketujuh orang ini dijemput paksa oleh pasukan Cakrabirawa, cikal-bakal Pasukan Pengamanan Presiden sekarang, dari kediaman masing-masing di tengah malam dan pagi buta.

Ada yang dibawa dalam kondisi masih hidup, ada juga yang sudah tak bernyawa akibat berondongan peluru rombongan berseragam itu.

Baca juga: Daftar 19 Panglima TNI Sepanjang Masa, Ada Hampir Jadi Presiden hingga Nyaris Dibunuh Saat G30S

Baca juga: 9 Dalang Peristiwa G30S PKI Ini Berakhir Tragis: 8 Dihukum Mati, 1 Meninggal Secara Misterius

Mereka semua dibawa ke daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur, dan jasadnya dibuang ke sebuang lubang sumur kecil, yang disebut sebagai sumur Lubang Buaya.

Lalu bagaimana kisah akhirnya hingga jasad mereka diketemukan?

Mengutip arsip Harian Kompas, 6 Oktober 1965, sejak terjadi peristiwa penculikan itu, pengejaran intensif langsung dilakukan pada subuh, 1 Oktober 1965.

Berdasarkan informasi yang terkumpul dari masyarakat, tim RPKAD menerima petunjuk bahwa para perwira itu dibawa ke daerah Lubang Buaya, Pondok Gede, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved