Breaking News:

Cerita Penemuan Sumur Maut Lubang Buaya, Tempat Para Jenderal Korban G30S PKI Dibuang

Berikut ini cerita penemuan tujuh jasad pahlawan revolusi yang dibuang di sumur lubang buaya.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
sumur maut lubang buaya 

Tim dari AL yang ikut mengevakuasi jenazah mengalami kesulitan di hari pertama upaya pengangkatan jenazah, karena keterbatasan alat.

Namun, akhirnya ketujuh jasad yang dibuang di sumur itu berhasil ditarik menggunakan tambang ke permukaan, pada Senin, 4 Oktober 1965.

Sehari setelah itu, 5 Oktober 1965, ketujuh jenazah para Kusuma Bangsa ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, bertepatan dengan HUT ke-20 ABRI.

Dalam prosesi upacara pemakaman itu, hadir Jenderal A.H. Nasution, satu sasaran G30SPKI yang berhasil selamat akibat pengorbanan yang dilakukan oleh ajudannya, Pierre Tendean.

Saat rombongan masuk ke dalam rumah dan menanyakan keberadaan Nasution, Tendean menyebut bahwa dirinyalah Jenderal Nasution.

Alhasil Sang Jenderal berhasil selamat, dan ajudannya inilah yang dibawa pergi oleh Pasukan Cakrabirawa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Pengambilan Jasad 7 Pahlawan Revolusi di Sumur Lubang Buaya", 
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Sari Hardiyanto

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved