Breaking News:

Sabu di Lapas Palu

Dua Terduga Bandar Sabu di Perumahan Lapas Palu Terancam Penjara Paling Singkat 5 Tahun

Terduga pelaku bandar Narkotika jenis Sabu di Perumahan Lapas Kelas II A Palu, Kelurahan Petobo, Kota Palu, diancam paling singkat 5 tahun penjara

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Terduga pelaku bandar Narkotika jenis Sabu di Kompleks Perumahan Lapas Kelas I A Palu, Kelurahan Petobo, Kota Palu, diancam paling singkat lima tahun penjara.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPAU.COM, PALU - Terduga pelaku bandar Narkotika jenis Sabu di Perumahan Lapas Kelas II A Palu, Kelurahan Petobo, Kota Palu, diancam paling singkat lima tahun penjara.

Keduanya RA (29) pekerjaan PNS Lapas Petobo berlamat di Jl Intan BTN Baliase, Kecamatan Marawola, Sigi dan RF (37) pegawai Rupbasan beralamat di Jl Dewi Sartika, Kelurahan Petobo.

Kapolres Palu AKBP Bayu Indra Wiguno saat konferensi pers mengatakan, keduanya sudah menjadi target operasi Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Palu, setelah ada laporan dari warga.

Terduga berhasil diringkus polisi, Sabtu (2/10/2021) malam, dan langsung dibawa ke Satnarkoba Polres Palu.

Atas perbuatanya itu keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat (2) ancaman paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.

"Dan subsider 112 ayat (2) junto pasal 132 ancaman paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun, Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata AKBP Bayu Indra Wiguno, di Lobi Mapolres Palu, Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Tumur, Senin (4/10/2021) sore.

Baca juga: Prodi Teknik Informatika Unismuh Palu Tak Paksa Mahasiswa Ikut Kuliah Tatap Muka

Baca juga: Cari Nasi Bakar Bebek Kremes di Kota Palu? Khusus Oktober Ini Ada di Hotel Santika

Dalam penangkapan, polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu dengan berat keseluruhan hampir 4 Kg.

Di antaranya dua bungkus besar plastik tulisan Cina dengan berat 2,1 Kg.

Kemudian 47 paket besar plastik klip diduga Sabu dengan berat brutto 1,8 Kg.

"Selain itu juga 1 timbangan digital, 1 tas ransel hitam, 1 termos es warna orange, dan 1 dus warna biru," tutur AKBP Bayu Indra Wiguno.

Adapun barang bukti itu diduga diperoleh dari wilayah Parigi, dengan cara diambil sendiri oleh pelaku RA.

"Ketika sampai di Palu langsung dititipkan sama rekanya RF," tutur AKBP Bayu Indra Wiguno. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved