Breaking News:

Ramai Obat Molnupiravir Disebut Mampu Obati Covid-19, Ini Tanggapan Satgas Penanganan Covid-19

Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah Indonesia terbuka terhadap jenis obat apapun dalam upaya penanganan virus corona (Covid-19)

Editor: Imam Saputro
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta usai memeriksa kesehatan karyawan Restoran Amigos di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020). Restoran Amigos disebut sebagai salah satu tempat yang pernah dikunjungi warga Jepang dan warga Indonesia yang positif Covid-19 pada 14 Februari 2020. Pemilik restoran menghentikan sementara operasional restoran untuk melakukan pembersihkan lokasi dan memeriksa kesehatan para karyawan untuk memastikan tidak ada penularan virus korona baru. 

TRIBUNPALU.COM - Kabar ditemukannya obat Covid-19 Molnupiravir yang diproduksi Merck asal Amerika Serikat beredar luas di masyarakat. 

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah Indonesia terbuka terhadap jenis obat apapun dalam upaya penanganan virus corona (Covid-19).

Hal itu menanggapi kabar baik ditemukannya obat Covid-19 Molnupiravir yang diproduksi Merck asal Amerika Serikat.

"Pada prinsipnya Indonesia terbuka dengan setiap obat-obatan karena semata-mata tujuannya kita bersama adalah untuk meningkatkan kesembuhan setinggi-tingginya," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/10/2021).

Ia mengatakan sebelum dapat digunakan khalayak umum, tahapan uji klinis merupakan kewajiban yang harus dilalui dan diawasi oleh Badan POM RI.

"Terkait dengan uji klinis, tahapan ini adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan sebelum obat digunakan layaksecara umum oleh masyarakat. Ke depan pemerintah akan segera menginformasikan terkait perkembangan tersebut," jelas Prof Wiku.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menuturkan, Kementerian kesehatan terus bekerja sama dengan BPOM dan berbagai rumah sakit vertikal untuk melakukan review dan uji klinis semua obat-obatan yang berpotensi dalam penanganan Covid-19.

Baik yang bersifat monoclonal antibodies (protein buatan yang meniru kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen berbahaya) seperti obat-obatan dari produsen Ely lili, Renegeron, maupun celltrion.

Serta juga obat-obatan yang bersifat antivirus seperti Molnupiravir buatan perusahaan Amerika Serikat Merck

"Jadi obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya," ujar Budi dalam konferensi pers virtual Perpanjangan PPKM, Senin (4/10/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved