Breaking News:

Lawan Covid

Begini Curhat Lurah Duyu Hadapi Warga Bandel Tak Percaya Covid-19

Lurah Duyu Ahmad Fauzan mengaku harus banyak bersabar saat memberikan pemahaman dan edukasi kepada warganya.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover (Lurah duyu)
Lurah Duyu Ahmad Fauzan bersama Satgas K5 saat memberikam himbauan kepada masyarakat. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lurah Duyu Ahmad Fauzan mengaku harus banyak bersabar saat memberikan pemahaman dan edukasi kepada warganya.

Hal itu terkait masih adanya warga mengaku tidak percaya dengan adanya Covid-19 dan menganggap itu rekayasa semata.

"Karena saya membawa nama almamater IPDN, itu juga jadi cambuk buat saya bagaimana melayani masyarakat dengan baik," ungkap Ahmad Fauzan kepada TribunPalu.com via telepon, Rabu (6/10/2021) siang.

Menurut Ahmad Fauzan, dirinya harus belajar memahami setiap karakter warganya.

Sehingga dirinya bisa menghadapi atau memberikan edukasi dengan baik agar dimengerti, bahwa Covid-19 nyata.

Baca juga: Update Harga dan Spesifikasi Harga HP Oppo Oktober 2021: Oppo A15 dan Oppo A33 Dibawah Rp2 Juta

Baca juga: Kompetisi Liga 3 Zona Sulteng Dimulai 20 Oktober di Kota Palu, Ini Pesan Lurah Duyu

"Kita harus belajar kembali di tengah masyarakat bagaimana menjadi pemerintah yang baik. Mungkin itu yang menjadi kesyukuran bagi saya karena diberikan amanah yang besar dalam melayani masyarakat," tuturnya.

Ahmad Fauzan menyebut, dalam memberikan edukasi ke masyarakat ini, Ia lakukan melalui berbagai media, mulai dari media massa, media sosial hingga turun langsung door to door.

"Selaku manusia biasa sudah pasti punya banyak kekurangan juga. Pada saat awal pandemi, pemerintah saja bingung bagaimana penanganannya apalagi masyarakat yang minim informasi. Jadi harus banyak bersabar," ungkap pria kelahiran 17 Juni 1988 itu.

Baca juga: Update Corona Indonesia Rabu 6 Oktober 2021: Tambah 1.484 Kasus Baru, Total Kasus Covid-19 4.223.094

Ahmad Fauzan menuturkan, tak mudah memberikan pemahaman masyarakat terhadap pandemi Covid-19.

Namun, dengan pemberian informasi yang rutin diharapkan dapat merubah manset masyarakat terhadap Covid-19.

"Masyarakat itu tidak ada yang bandel, mungkin mereka kurang mendapatkan informasi yang mengubah manset mereka," sebutnya.

Meski begitu, Ahmad Fauzan menganggap semua warga di Kelurahan Duyu adalah keluarganya.

"Kalau masyarakat semua saya anggap keluarga saya. Semua warga Duyu itu baik, kalaupun ada kekurangan itu munculnya dari saya selaku pemerintah. Karena mungkin ada yang saya lewatkan untuk memberikan pemahaman kepada mereka," ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved