Breaking News:

OJK Sulteng

Kepala OJK Sulteng: Keuangan Inklusif, Upaya Pemulihan Ekonomi Nasional

Gamal Abdul Kahar menjelaskan, keungan inklusif merupakan kondisi masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan formal.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar webinar bertajuk "OJK Goes To Campus". 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI — Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Kahar menjelaskan, keungan inklusif merupakan kondisi masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, aman, dan biaya terjangkau.

Ini semua sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti diatur dalam Peraturan Presiden Nomor  114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

“Keuangan inklusif juga bagian dari upaya memperluas akses dan kesempatan dalam aktivitas ekonomi untuk mencapai pembangunan ekonomi inklusif,” jelasnya saat kegiatan Goes to Campus bersama civitas Universitas Tomptika Luwuk melalui virtual, Jumat (8/10/2021).

Selain itu, keuangan inklusif dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, mempercepat penanggulangan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan antarindividu dan antardaerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Baca juga: OJK Goes to Campus, Rektor Untika Luwuk: Literasi Keuangan yang Positif

Oleh karena itu, keuangan inklusif melalui perluasan akses keuangan menjadi fokus dan prioritas pemerintah untuk mendorong pembangunan nasional, dan mempercepat upaya pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19.

Sesuai SNKI, pemerintah menetapkan target indeks keuangan inklusif sebesar 90 persen pada tahun 2024.

“Sehingga diperlukan sinergi dan koordinasi antarpara pemangku kepentingan termasuk civitas akademika perguruan tinggi,” papar Gamal.

Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2021 yang diperingati setiap Oktober merupakan salah satu tindaklanjut kampanye nasional sebagaimana diamanatkan dalam SNKI.

Dalam kegiatan BIK 2021, akan dilaksanakan berbagai program seperti kampanye dan sosialisasi atau edukasi terkait inklusi keuangan.

Juga berbagai penjualan produk atau jasa keuangan berinsentif seperti ada diskon ada bonus, ada reward cashback dan promo khusus.

“Salah satunya seperti kegiatan OJK Sulteng yang dilakukan bersama Universitas Tompotika Luwuk ini,” kata dia.

Melalui edukasi keuangan yang berkelanjutan, Gamal berharap, setiap insan Universitas Tompotika Luwuk khususnya mahasiswa dapat menjadi bagian dari gerakan pemuda Sulteng cerdas finansial.

Selengkapnya:

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved