Breaking News:

Palu Hari Ini

Pembangunan Gedung Baru Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu Telan Dana Rp 7 Miliar

Pembangunan gedung baru Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, gelontorkan Rp 7 Miliar.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIR
Proses pembangunan gedung baru Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (9/10/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pembangunan gedung baru Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah gelontorkan dana Rp 7 miliar.

Tahap pembangunan gedung baru itu rencananya rampung di bulan Desember 2021.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu Syamsul Saifuddin mengatakan, sudah hampir tiga tahun menyewa gedung untuk berkantor.

Di mana gedung lama di Kompleks Pasar Bambaru hancur pasca gempa bumi dan tsunami tahun 2018 silam.

"Di sini (gedung sementara,red) masa kontraknya selesai bulan Desember. Dan tiap tahun itu diperbarui, kalau cepat selesai pembangunannya maka secepatnya kita pindah," ungkap Syamsul Saifuddin kepada TribunPalu.com, Sabtu (9/10/2021) siang.

Baca juga: Dinkes Sigi Tambah Gerai Penyuntikan Vaksin COVID-19 untuk Masyarakat

Syamsul Saifuddin menyebut, pembangunan gedung baru itu sudah masuk dalam minggu ke lima dan sampai saat ini terus dikebut.

"Proses pembangunannya baru sekitar sembilan persen, dan sudah berjalan sesuai tahapan," sebut Syamsul Saifuddin.

Syamsul Saifuddin menjelaskan, proses pembangunan gedung baru itu berjalan lancar.

Nantinya, gedung baru itu akan memberikan fasilitas modern dan view yang keren bagi pengunjung.

Olehnya, Syamsul Saifuddin mengharapkan pembangunan gedung baru itu menjadi titik balik tumbuhnya budaya literasi yang kuat di Kota Palu.

"Pembangunan gedung perpustakaan ini diharapkan bisa mengubah pola pikir masyarakat, dimana perpustakaan selama ini hanya dianggap gudang dan tempat meminjam buku, bukan menjadi sumber tumbuhnya budaya literasi," imbuh Syamsul Saifuddin. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved