Breaking News:

Trending Topic

Brigjen TNI Junior Dicopot dari Jabatan, Awalnya Bela Babinsa Malah Terancam Pidana Militer

Brigjen TNI Junior Tumilaar malah dicopot dari jabatannya sebagai Inspektur Kodam (Irdam) XIII Merdeka usai mengirimkan surat terbuka kepada Kapolri

Editor: Putri Safitri
Kompas TV/Tribun Manado
Kolase surat bertulis tangan (kiri) Brigjen TNI Junior Tumilaar yang dikirimkan ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. 

TRIBUNPALU.COM - Setelah mengirimkan surat terbuka kepada Kapolri, kini Brigjen TNI Junior Tumilaar malah dicopot dari jabatannya sebagai Inspektur Kodam (Irdam) XIII Merdeka.

Seperti diketahui, surat itu dilayangkan olehnya berkaitan dengan pembelaannya terhadap seorang Babinsa atas kasus sengketa lahan di Sulawesi Utara.

Nama Brigjen TNI Junior Tumilaar kemudian pun viral setelah mengirim surat terbuka yang ditulis tangan kepada Kapolri.

Isi surat tersebut sebagai respons pemanggilan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serma Zet Bengke yang bertugas di Koramil 1309-03/WSM.

Baca juga: Usai Kasus Dugaan Pelecehan 3 Anak Viral, Kapolres Temui Ibu Korban, Polisi Cari Bukti Baru

Ketika itu, dia menyatakan bahwa anggota Babinsa yang membela warga dalam perkara sengketa lahan, diintimidasi oleh personel Brimob Polda Sulawesi Utara.

Tumilaar merupakan seorang perwira tinggi TNI AD aktif yang sempat menjabat sebagai Inspektur Komando Daerah Militer (Irdam) XIII/Merdeka sejak 9 April 2020. Dia lahir di Manado, Sulawesi Utara pada 3 April 1964.

Brigjen TNI Junior Tumilaar.
Brigjen TNI Junior Tumilaar. ((Tangkap Layar Website KODAM XIII/MERDEKA))

Baca juga: Kisah Siswi Kelas 11 SMKN 6 Palu yang Baru Miliki 5 Teman Ngumpul, Efek Pandemi Covid-19

Baca juga: Sosiolog Untad Komentari Aksi Napi Ricuh di Penjara

Kini, KSAD Jenderal Andika sudah mengeluarkan surat perintah. Junior dicopot dari Inspektur Kodam XIII Merdeka kini ditempatkan sebagai Staf Khusus KSAD.

Atas keputusan ini, Brigjen TNI Junior Tumilaar mengatakan akan mematuhi prosedur hukum yang berlaku di dinas kemiliteran.

Hal tersebut diungkapkan setelah dirinya dinyatakan melawan hukum oleh Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) terkait polemik surat terbuka yang ditulis olehnya untuk Kapolri.

Ia akan patuh karena dirinya dididik harus mematuhi peraturan militer dasar di antaranya peraturan disiplin militer dan peraturan pidana militer.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved