Cerita Eks Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, Pernah Ikut Pelatihan di Amerika, Kini Jualan Nasi Goreng

Salah satu eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TKW) kini banting setir jadi penjual nasi goreng.

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Juliandi Tigor merupakan salah satu eks pegawai KPK yang dipecat pada 30 September 2021 karena tak lolos TWK. 

TRIBUNPALU.COM - Salah satu eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TKW) kini banting setir jadi penjual nasi goreng.

Eks pegawai KPK yang tak lolos TWK itu adalah Juliandi Tigor.

Ia merupakan salah satu eks pegawai KPK yang dipecat pada 30 September 2021 karena tak lolos TWK.

"Iya saat ini saya usaha nasi goreng," kata Tigor kepada Tribunnews.com, Senin (11/10/2021).

Tigor mengaku usaha nasi goreng miliknya sudah berjalan selama tiga minggu.

"Udah jalan tiga minggu ini," ungkapnya.

Baca juga: Gerindra Kembali Dukung Prabowo Maju Jadi Capres, Pengamat: Realistis dan Tidak Mau Rumit

Sebelumnya, kegiatan Tigor berjualan nasi goreng disampaikan oleh mantan penyelidik KPK Aulia Postiera dalam akun media sosial Twitter miliknya @paidjorajo.

Dalam unggahannya, Tigor yang merupakan mantan Fungsional Biro Hukum KPK juga aktiv sebagai remaja gereja.

Bahkan unggahan tersebut juga dibubuhkan foto Tigor dengan mantan pegawai KPK lainnya Chriestie Afriani di depan gerobak nasi goreng miliknya.

"Juliandi Tigor Simanjuntak nama lengkapnya, mantan Fungsional Biro Hukum KPK. Aktivis gereja yang rendah hati. Sesuai namanya, dia lelaki yang tegar dan penuh semangat," cuit Aulia melalui akun @paidjorajo dikutip pada Senin (11/10/2021).

"Sementara ini, mengisi harinya dengan jualan nasi goreng di dekat rumahnya," tambahnya.

Dalam unggahan @paidjorajo, menyebutkan Tigor merupakan salah satu pegawai dari 57 orang yang dipecat melalui dalih asesmen TWK pada 30 September 2021.

Pengabdiannya selama belasan tahun di KPK tak diindahkan, hanya dengan menjalani tes selama dua hari.

"Dedikasinya selama belasan tahun dihancurkan hanya dengan dua hari tes yang terbukti telah melanggar HAM, serta terdapat maladministasi dan pelanggaran etik," sesal Aulia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved