Breaking News:

Kasihan Kondisi Afaganistan Makin Kacau Usai Diambil Alih Taliban, Negara Lain Beri Bantuan

Beberpa negara berinisarif memberikan bantuan, usai melihat kondisi Afganistan sejak pemerintahannya diambil alih oleh Taliban.

Editor: Putri Safitri
AFP
Pasukan Taliban sedang berpatroli di atas kendaraan. 

TRIBUNPALU.COM - Beberpa negara berinisarif memberikan bantuan, usai melihat kondisi Afganistan sejak pemerintahannya diambil alih oleh Taliban.

Pembicaaraan beberapa negara tersebut merencanakan terkiat dengan mengatasi bencana kemanusiaan yang diprediksi terjadi di Afganistasn pasca diambil alih Taliban.

Taliban yang mengakuisisi pemerintahan Presiden Ashraf Ghani, nyatanya kesulitan membangun lagi negara itu.

Tidak hanya dihantam perekonomiannya, Afaganistan dibawah Taliban kini juga menjadi target teror bom bunuh diri.

Bahkan sampai kini Taliban masih melakukan pertahanan dari serangan kelompok perlawanan Afganistan dan ISIS.

Baca juga: Pimpinan Taliban Murka, Anak Buahnya Kepergok Pakai Sneaker dan Asik Selfie

Baca juga: Nasib Pemain Timnas Putri Afghanistan Usai Taliban Berkuasa, Nyawa Terancam hingga Hadapi Pelarian

Kekacauan di bandara Kabul. Warga Afghanistan dan Amerika Serikat berbondong-bondong menuju bandara setelah Taliban mengklaim telah menguasai Kota Kabul.
Kekacauan di bandara Kabul. Warga Afghanistan dan Amerika Serikat berbondong-bondong menuju bandara setelah Taliban mengklaim telah menguasai Kota Kabul. (Kompas.com Via AP)

Kondisi yang membuat rakyat Afganistan tidak mendapat perhatian.

Kondisi Afganistan diperparah dengan sikap Amerika Serikat yang anti Taliban.

Kas Negara ditahan AS yang membuat Taliban tidak bisa berbuat banyak menggerakkan peekonomian Afganistan.

Rusia mengundang Taliban ke pembicaraan internasional tentang Afghanistan yang dijadwalkan pada 20 Oktober di Moskwa, ujar utusan Kremlin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, pada Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Sultan Arab Mulai Bergerak Incar Pemain Baru untuk Newcastle, MU Terancam Kehilangan 4 Bintangnya

Menanggapi pertanyaan dari wartawan Rusia tentang apakah perwakilan Taliban akan diundang ke negosiasi yang melibatkan China, India, Iran, dan Pakistan, Kabulov mengatakan: "Ya".

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved