Breaking News:

Teroris Poso

Mantan Anak Buah Santoso Ini Rintis Usaha Ayam Petelur di Poso

Mantan Narapidana Teroris (Napiter) Poso kini memilih membuka usaha ayam petelur, di Desa Tobalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Mantan Narapidana Teroris (Napiter) Poso kini memilih membuka usaha ayam petelur, di Desa Tobalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulwesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - mantan narapidana teroris alias Eks Napiter Poso ini memilih membuka usaha ayam petelur, pasca-bebas dari masa hukuman.

Lokasi usahanya itu di Desa Tobalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulwesi Tengah.

Supriadi alias Upik Pagar salah seorang Eks Napiter Poso itu megatakan, pembuatan kadang untuk usaha ayam petelur itu, sejak Tahun 2018.

Ia menuturkan, saat ditangkap dan bebas, kemudian diberikan tawaran pekerjaan oleh Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto.

"Awalnya bingung mau kerja apa, dan saat dikasi tawaran kerja, karena dulu ayam patelur ini banyak peminat, sehingga saya memilih usaha itu," kata Supriyadi, Senin (11/10/2021) sore.

Baca juga: Dinas Kesehatan Sigi Gandeng Poltekkes Kemenkes Palu Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal

Baca juga: Rachel Venya Dikabarkan Kabur dari Karantina di Wisma Atlet, Satgas Covid-19 Lakukan Penelusuran

Ia menjelaskan, awal merintis usaha itu bersama empat rekanya, dan hanya memiliki 500 ekor ayam.

Seiring berjalannya waktu, saat ini setiap orang telah memiliki 2000 ekor ayam petelur.

Adapun pemasaran telur itu dijual di Kios-kios, pasar sekitaran wilayah Poso.

"Kalau dulu sebelum pandemi kita dapat omset bersih sampai Rp 1 Juta per hari, namun sekarang ada penurunan drastis hingga 50 persen lebih," tutur Supriyadi.

Supriadi menuturkan, pernah terlibat kasus melanggar hukum Tahun 2007, saat masih menjadi Teroris.

Sempat tertangkap dan bebas, karena merasa tidak puas, Supriadi kembali bergabung dengan kelompok Santoso di Gunung Biru.

"Lalu tertangkap lagi, selepas itu saya memutuskan untuk berhenti melakukan tindakan melawan hukum itu, dan memilih membuka usaha ini," tutur Supriadi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved