Breaking News:

Poso Hari Ini

Guru SMAN 3 Poso Galang Dana untuk Bayar Denda Kepala Sekolahnya

Seorang guru SMAN 3 Poso, Andi Asgar menceritakan saat dirinya menggalang dana untuk membayar denda Rp 200 juta terkait vonis hukuman kepala sekolah.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Moh Salam
FANDY
DPRD Poso bersama masyarakat mendatangi kantor gubernur untuk menyampaikan aspirasi terkait penahanan dua kepala sekolah karena dugaan korupsi dana komite, Selasa (12/10/2021)  

Sebab dalam perkara tersebut, para guru tidak dapat melakukan apapun dan hanya bisa saling menguatkan. 

Baca juga: Polemik Dana Komite Sekolah di Poso Diadukan ke Gubernur Sulteng

Beberapa orangtua siswa pun hanya bisa menyampaikan keprihatinan melalui media sosial masing-masing. 

"Cerita kesedihan tak pernah berakhir, terutama dari pihak keluarga. Kami mencoba ikhlas tetapi benar-benar tidak bisa," kata Andi. 

Sehari setelah Suhariono ditahan, para guru SMAN 3 Poso menggelar aksi mogok mengajar dan menggantinya dengan zikir bersama. 

"Kami berdoa dan zikir bersama di lapangan basket SMAN 3 Poso. Berharap dapat mengetuk pintu langit untuk mendapatkan keadilan," ucap Andi. 

Tak hanya Suhariono, kasus serupa juga menimpa Kepala SMAN 1 Poso Hasbollah

Kejari Poso menahan Hasbollah setelah terbitnya putusan MA Nomor: 490 K/PID.SUS/2021, tertanggal 27 April 2021.

Guru kimia itu sebelumnya pada tingkat pertama dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Palu.

Kemudian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Poso pada saat itu langsung mengajukan upaya hukum berupa kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Dalam permohonan kasasi diterima oleh Majelis Hakim MA, sehingga dalam putusan kasasi menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana penyalahgunaan dana komite sekolah.

Sama halnya Suhariono, Hasbollah juga dijerat hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved