Breaking News:

Palu Hari Ini

Jasa Raharja dan Polisi Sosialisasi Tertib Berlalulintas di SMPN 1 Palu

PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah bersama Kepolisian Resor Palu menggelar sosialisasi tertib lalulintas di SMPN 1 Palu, Kamis (14/10/2021) siang.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Haqir Muhakir
Handover/Jasa Raharja Sulteng
PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah bersama Kepolisian Resor Palu menggelar sosialisasi tertib lalulintas di SMPN 1 Palu, Kamis (14/10/2021) siang. 

TRIBUNPALU.COM - PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah bersama Kepolisian Resor Palu menggelar sosialisasi tertib lalulintas di SMPN 1 Palu, Kamis (14/10/2021) siang.

Dihadiri sebanyak 30 pelajar dan guru-guru SMPN 1 Palu, dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Kepala SMPN 1 Palu Faridah mengatakan, kegiatan sosialisasi itu penting diketahui oleh para siswa.

Sehingga para siswa paham budaya tertib lalulintas sedari dini.

"Dan memahami perihal hak mereka apabila terjadi musibah kecelakaan lalu lintas," kata Faridah.

Kepada para siswa dan guru SMPN 1 Palu, Kepala Unit Dikyasa Polres Palu Bripka Kadek Reagen menyampaikan, pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat agar tertib berlalulintas dan selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Satlantas juga menekankan etika dalam berkendara pada peserta kegiatan," ujarnya.

Baca juga: Gelaran WSBK di KEK Mandalika Bakal Dorong Eksposur Pariwisata Indonesia

Baca juga: Cara Mengatasi Jerawat Hormon yang Sering Datang Setiap Bulannya

Sementara itu, sosialisasi dari Jasa Raharja disampaikan oleh Muh Hidayat, selaku Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Santunan Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah.

Muh Hidayat mengatakan, dengan sosialisasi itu diharap warga lebih memahami peran Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan santunan korban kecelakaan lalulintas.

Termasuk dalam hal bagaimana prosedur pengurusan asuransi Jasa Raharja pada saat kecelakaan.

Sehingga masyarakat mendapatkan santunan sesuai dengan ketentuan.

“Nilai santunan Jasa Raharja yakni Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia yang diserahkan kepada ahli warisnya yang sah, maksimal Rp 50 juta untuk korban yang mengalami cacat tetap, dan maksimal Rp 20 juta untuk korban yang mengalami luka-luka,” terang Muh Hidayat.

Baca juga: Pemkab Sigi Ajukan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah dan Kabupaten Layak Anak

Baca juga: Selain Mengenyangkan, Pisang Memiliki Fakta Menarik yang Baik untuk si Kecil

Manfaat tambahan lainnya yakni biaya penguburan 4 juta rupiah kepada yang menyelenggarakan penguburan apabila tidak ada ahli waris, biaya bantuan P3K maksimal Rp 1 juta rupiah, dan bantuan biaya ambulans maksimal Rp 500 ribu.

Siswa SMPN 1 Palu sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mengingat ini Sosialisasi yang pertama kalinya pada saat sekolah tatap muka.

“Semoga ilmu pengetahuan yang didapatkan dapat menambah wawasan sehingga tidak hanya patuh terhadap protokol kesehatan, tetapi juga patuh dan tertib pada saat berkendara sehingga tingkat laka lantas dapat diminimalisir seoptimal mungkin,” tutup Muh Hidayat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved