Breaking News:

Banggai Hari Ini

Jumlah Koperasi di Banggai Ada 183, Kadis Ernaini: Laporan Keuangan Masih Jauh dari Harapan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai, Ernaini Mustatim melaporkan, ada 183 koperasi atau KUD aktif dengan jumlah anggota sebanyak 28.501

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover/Dinas Koperasi dan UKM Banggai
Pelatihan penyusunan laporan keuangan koperasi yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Banggai, Kamis (14/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Banggai, Ernaini Mustatim melaporkan, ada 183 Koperasi atau KUD aktif dengan jumlah anggota sebanyak 28.501 orang.

“Ini menunjukkan perkembangan perkoperasian di Kabupaten Banggai sudah sangat pesat," kata dia saat pelatihan penyusunan laporan keuangan pengurus koperasi, Kamis (14/10/2021) siang.

Meski begitu, kata dia, masih banyak koperasi yang laporan keuangannya masih sangat jauh dari harapan.

Terutama dari pengurus atau pengelola koperasi yang baru dibentuk.

Olehnya itu, tujuan pelatihan penyusunan laporan keuangan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pengurus, pengawas, dan pengelola koperasi dalam hal penyususunan laporan keuangan dan perkembangan koperasi. 

Baca juga: UIN Datokarama Palu Berencana Buka Program Studi Pendidikan Kebencanaan

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Capai 50 Persen Jumlah Murid dan Guru jadi Syarat PTM di Palu

Juga memudahkan monitoring dan evaluasi terkait kondisi keuangan koperasi, serta pengurus koperasi dapat menyajikan laporan keuangan. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Abdullah Ali menyatakan, pihaknya mengapresiasi pelatihan ini karena bagian dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang telah tertuang dalam RPJMD.

 Yaitu visi terwujudnya Banggai maju, mandiri, dan sejahtra berbasis kearifan lokal.

Sedangkan satu dari enam misi terkait dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, menciptakan kemandirian ekonomi yang produktif, dan berdaya saing melalui pemanfaatan tekhnologi.

Tujuan atau kepentingan koperasi terhadap laporan keuangan koperasi adalah untuk menilai pertanggung jawaban pengurus melalui kondisi keuangan koperasi, dan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan koperasi ke depannya. 

Menyusun laporan keuangan merupakan salah satu tugas pengurus yang diamanatkan dalam UU Nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian.

"Pengurus harus menyusun laporan keuangan yang akan dipertanggungjawabkan pada rapat anggota tahunan," jelasnya. (*)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved