Breaking News:

Komentar Menkes Soal Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina: Masuk Karantina Lagi dan Dihukum

Menkes Budi Gunadi menyoroti pemberitaan selebgram Rachel Vennya yang kabur saat menjalani karantina sepulangnya dari luar negeri.

Youtube/Sekretariat Presiden
Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan, yang tayang di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (11/1/2021), terkait rencana vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM - Kasus dugaan selebgram Rachel Vennya kabur dari karantina ternyata sudah sampai ke telingan Menteri Kesehatan Budi Gunadi.

Menkes Budi Gunadi menguraikan tanggapannya.

Budi mengatakan, tindakan tersebut melanggar aturan karantina dan bisa dijatuhi hukuman. Namun, ia mengatakan, tidak pada tupoksi memberi hukuman tersebut.

"Ya, harusnya dia segera masuk karantina lagi. Dia harusnya masuk karantina lagi dan dihukum supaya jangan melanggar lagi," kata Budi di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021) dikutip dari Antara.

Budi mengatakan, tindakan yang dilakukan Rachel Vennya dapat memberikan risiko kepada publikasi.

Sebab, karantina yang dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19 bukan hanya untuk kepentingan pribadi, namun demi kepentingan masyarakat.

"Kalau dia melanggar itu, dia memberikan risiko ke publik, ke masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Rachel Vennya Diduga Kabur Saat Karantina Dibantu Oknum TNI, Pangdam Jaya Turun Tangan

Baca juga: Dituding Kabur dari Wisma Atlet, Rachel Vennya Muncul di Media Sosial Sampaikan Permintaan Maaf

Sebelumnya diberitakan, kaburnya Rachel Vennya dari karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara dibenarkan oleh Kodam Jaya selaku Kogasgabpad Covid-19.

Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya) Herwin BS mengatakan, Rachel Vennya kabur dibantu oleh oknum TNI yang bertugas di bagian pengamanan Satgas Covid-19 bandara.

"Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat temuan bahwa adanya oknum anggota TNI bagian pengamanan Satgas di bandara yang melakukan tindakan non-prosedural," kata Kapendam dalam keterangan yang diterima, Rabu (13/10/2021).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved