Breaking News:

Pilpres 2024

Skenario Prabowo Jadi ‘King Maker’ di Pilpres 2024, Pengamat: Pilihan Bijak Calonkan Anies

Pengamat politik Refly Harun buka suara terkait kemungkinan skenario Prabowo Subianto tampil sebagai King Maker di Pilpres 2024 nanti.

Penulis: Muh Ruliansyah | Editor: Muh Ruliansyah
handover/tribunkaltim
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan 

TRIBUNPALU.COM - Pengamat politik Refly Harun buka suara terkait kemungkinan skenario Prabowo Subianto tampil sebagai King Maker di Pilpres 2024 nanti.

Menurut Refly Harun, skenario tersebut tidak mustahil terjadi.

Meski diketahui, Gerindra dikabarkan bakal kembali mendorong Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2024.

Refly pun menilai, pilihan terbaik jika Prabowo tampil sebagai King Maker ialah mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Baca juga: Ganjar Imbangi Elektabilitas Prabowo, Anies Tertinggal di Posisi 3, Kali Ini Survei Litbang Kompas

Sementara untuk cawapres, Refly menyebut Gerindra bisa mengambil opsi dari kadernya.

“Pilihan bijak bagi Gerindra kalau ingin tetap menjadi partai yang besar dan diminati, dan bahkan bukan tidak mungkin bisa memenangkan pertandingan adalah mencalonkan Anies Baswedan sebagai calon presiden bersama kader Gerindra tentunya,” kata Refly dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Senin (18/10/2021).

“Pilihannya bisa Fadli Zon atau Sandiaga Uno,” tambahnya.

Refly melanjutkan, mendorong Anies akan menghadirkan peluang besar bagi Gerindra untuk memenangkan Pilpres 2024.

Pasalnya, pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu bisa kembali mendukung capres Gerindra, dengan syarat Anies-lah yang dicalonkan.

Baca juga: Sejumlah Politisi Golkar Ditangkap KPK, Rocky Gerung: Artinya Pemerintah Jokowi Pilih Warna

“Kalau Anies dimajukan, mungkin massa itu bisa tetap stay, tetap mendukung karena ada faktor Anies. Dan Prabowo bertindak sebagai King Maker,” katanya.

Mengenai syarat presidential threshold, Refly menyebut Gerindra cukup menggandeng PKS untuk bisa mencalonkan Anies.

“Gerindra dan PKS sudah cukup,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini Gerindra memiliki 78 kursi di DPR, sementara PKS memiliki 50 kursi.

Sehingga, jumlah kursi Gerindra dan PKS sudah cukup untuk memenuhi ambang batas presidential threshold, yaitu minimal 115 kursi di DPR. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved