Breaking News:

Universitas Muhammadiyah Palu

Unismuh Palu Bekukan Organisasi Mahasiswa Berhaluan Kiri

Unismuh Palu punya cara tersendiri dalam membendung paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila

Penulis: fandy ahmat | Editor: Putri Safitri
handover
Wakil Rektor (Warek) Bidang Kemahasiswaan Unismuh Palu Moh Yusuf Hasmin.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu yang berhaluan kiri siap-siap bakal dibekukan. 

Hal itu diutarakan Wakil Rektor (Warek) Bidang Kemahasiswaan Unismuh Palu Moh Yusuf Hasmin. 

Menurutnya, paham kiri atau komunis sebagai ideologi tetap akan hidup di tengah-tengah masyarakat. 

Meskipun, kata dia, saat ini organisasi kemasyarakatan atau partai politik sudah tidak ada mengakui dirinya berideologi komunis

"Organisasi atau partai komunis pernah ada namun sudah dibubarkan karena bertentangan dengan Pancasila. Namun kita tetap waspada dan mencegah agar paham itu tidak masuk ke kampus dan merusak pemikiran mahasiswa,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/10/2021). 

Baca juga: Rektor Unismuh Palu Ingatkan Dosen Jangan Persulit Mahasiswa

Unismuh Palu punya cara tersendiri dalam membendung paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, yakni melalui Darul Arqam dan Baitul Arqam.

Darul Arqam dan Baitul Arqam sebagai model pengkaderan pembinaan ideologi dan kepemimpinan untuk membentuk kesamaan dan kesatuan sikap di kalangan persyirakatan Muhammadiyah.

Darul Arqam dan Baitul Arqam diharapkan dapat menjaga mahasiswa Unsimuh Palu dari ideologi-ideologi berbahaya seperti paham radikal, liberal, dan komunis.

Setiap mahasiswa diwajibkan mengikuti pelatihan Darul Arqam dan Baitul Arqam sebagai syarat untuk pengajuan penyelesaian studi.

Yusuf menuturkan, jika ada mahasiswa menjadi pengurus organisasi dan menyebarkan pahami kiri akan diproses di lembaga etik dan hukum. 

"Sanksinya cukup berat, bisa dikeluarkan dari kampus. Sebab Muhammadiyah secara tegas menolak paham kiri atau komunis ini,” ucapnya.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved