Breaking News:

Trending Topic

Pro-Kontra Pakai Nama Presiden Turki Pertama untuk Jalan di Jakpus, Yusril: Pusing Sendiri

Rencana pemerintah Indonesia memberi nama jalan di kawasan Menteng dengan nama Presiden Turki pertama, Mustafa Kemal Ataturk menuai kontoversi.

Editor: Putri Safitri
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Kuasa hukum pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, saat ditemui di kantornya, Kasablanka Office Tower, Jakarta, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Menggunkan nama tokoh dari Turki untuk menamai jalan di Jakarta Pusat menuai kontoversi.

Sebagian piha setuju dengan rencana pemerintah Indonesia memberi nama jalan di kawasan Menteng dengan nama Presiden Turki pertama, Mustafa Kemal Ataturk.

Namun sebagian tidak setuju lantaran Ataturk dinilai punya rekam sejarah yang buruk bagi umat muslim.

Adapun penamaan jalan ini adalah kerja sama kedua negara, di mana pemerintah Turki telah lebih dulu menggunakan nama Presiden RI pertama, Soekarno sebagai nama jalan di Turki.

Baca juga: Koruptor di Indonesia Capai 1.298 Orang, Mahfud MD: 86 Persen Lulusan Perguruan Tinggi

Sebaliknya, Turki mengusulkan nama Ataturk untuk nama jalan di Jakarta.

Akademisi di bidang hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra mengatakan di masa mendatang sebaiknya pemerintah tak lagi meminta negara lain menamakan jalan di negaranya dengan tokoh Indonesia.

"Ke depan sebaiknya kita tidak usah lagi minta negara lain memberi nama jalan dengan tokoh-tokoh bangsa kita," kata Yusril dikutip dari akun instagram pribadinya @yusrilihzamhd, Jumat (22/10/2021).

Menurut mantan Menteri Sekretaris Negara ini, permintaan nama itu bisa jadi bumerang bagi Indonesia.

Sebab bisa saja negara yang meminta timbal balik tersebut, mengusulkan nama tokohnya yang kontroversial atau bertolak belakang dengan ideologi bangsa Indonesia.

"Sebab, jika mereka juga minta nama tokoh mereka dijadikan nama jalan di Jakarta, kita bisa pusing sendiri," tutur Yusril.

Baca juga: Tersangka Pengerusakan Indekos di Jl Miangas Palu Digelandang ke Polsek Palu Selatan

Baca juga: Seorang Pria Diamuk Massa di Jl Mianggas Amuk Massa, Diduga Rusak Pintu Indekos Warga

Baca juga: Lurah Lolu Utara Tegur Pemilik Material yang Sumbat Drainase di Jl Ahmad Dahlan Palu

Sebaiknya kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini, kondisi yang bisa diciptakan ialah dengan inisiatif sendiri Indonesia memberi nama jalan dengan tokoh negara lain.

Seperti yang dilakukan pada Jalan Patrice Lumumba, yakni jalan penghubung antara Gunung Sahari dengan Bandara Kemayoran di zaman dulu.

Namun jalan tersebut telah berganti nama lagi menjadi Jalan Angkasa.

"Di masa lalu, kita pernah dengan inisiatif sendiri memberi nama jalan dengan tokoh negara lain. Ambil contoh Jalan Patrice Lumumba misalnya yang terletak antara Jalan Gunung Sahari dengan Bandara Kemayoran zaman dulu. Lumumba adalah pemimpin Republik Congo di Afrika. Dia dikudeta dan oleh lawan-lawannya dan dituduh Komunis," terang Yusril.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Yusril: 'Sebaiknya tidak Usah Lagi Minta Negara Lain Memberi Nama Jalan dengan Tokoh Bangsa Kita'
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved