Central Yamaha Palu

Tips Merawat Rantai Motor Ala Yamaha

Energi gerak motor yang dihasilkan dari kinerja mesin ke roda belakang terjadi berkat daya yang diteruskan oleh rantai.

Editor: mahyuddin
handover
Teknisi Yamaha sedang memeriksa keadaan Rantai pada sepeda motor. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Rantai merupakan komponen penting pada jenis sepeda motor bebek dan sport yang berperan sebagai penggerak kendaraan. 

Energi gerak motor yang dihasilkan dari kinerja mesin ke roda belakang terjadi berkat daya yang diteruskan oleh rantai.

Pentingnya fungsi Rantai Motor, sehingga pengendara wajib memperhatikan perawatannya.

Dengan begitu kinerja maksimalnya dapat mendukung kelancaran aktivitas berkendara penggunanya.

Hal itu membuat Yamaha memberikan sejumlah poin perawatan yang bisa dilakukan konsumen, dan kondisi yang harus diperhatikan apabila perlu dilakukan penggantian komponen.

”Rantai merupakan komponen penting pada motor tipe sport dan bebek, yang berfungsi sebagai penerus tenaga ke roda belakang, karenanya perlu mendapatkan perawatan rutin. Kondisi rantai yang aus akan mempengaruhi kinerja rantai,” jelas Manager After Sales CS Division, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Riyadi Prihantono, Sabtu (23/10/2021).

Riyadi menjelaskan, pengendara roda dua harus mengetahui indikator Rantai Motor sudah tidak layak digunakan atau rusak.

"Indikator rantai sudah rusak seperti mengeluarkan suara yang berisik, permukaan rantai aus, rantai mudah kendor, tarikan motor terasa berat, tenaga motor tidak maksimal," jelasnya.

Yamaha memberikan panduan perawatan dan penggantian rantai sepeda motor:

Perawatan Rantai Motor

1.Periksa kekencangan, kelancaran dan kondisi Rantai Motor serta gear rantai.

Penyetelan rantai tidak boleh terlalu kencang ataupun longgar, kekencangan rantai harus dijaga agar tetap di batas yang sudah ditentukan. 

Batas kekencangan rantai (free play) ada pada buku petunjuk pemilik, biasanya di rentang 25-35 mm. 

Rantai Motor yang terlalu kencang akan membebani mesin dan komponen lainnya, sementara jika terlalu longgar bisa terlepas dan merusak komponen lainnya.

Untuk menyetel rantai, perhatikan hal berikut :

  • Posisikan kendaraan pada tempat yang datar, gunakan main stand / standar tengah agar motor dalam keadaan seimbang dan roda belakang dapat diputar dengan bebas.
  • Putar roda belakang beberapa kali dan cari posisi paling kencang.
  • Periksa kelonggaran rantai, jika di luar spesifikasi lakukan penyetelan.

Setelah dilakukan penyetelan, gerakkan rantai, lalu cek kelancaran gerakan rantai dan kondisi gear rantai.

Jika terjadi keausan lakukan penggantian gear set beserta rantai.

2. Setel dan lumasi dengan cairan pelumas rantai yang direkomendasikan.

Selain menjaga kekencangan Rantai Motor sesuai batas yang ditentukan, pelumasan juga harus dilakukan.

Itu agar rantai bergerak dengan lancar tanpa terganggu kotoran dan debu yang biasanya akan menempel dan menyebabkan karat.

Hindari melumasi rantai menggunakan oli bekas atau oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi atau yang direkomendasikan karena akan menyebabkan rantai akan cepat berkarat, renggang, kaku dan gear rantai cepat aus.

Penggantian rantai dan gear set motor

Penggantian Rantai Motor dilakukan jika kondisi rantai sudah kaku dan renggang.

Kondisi tersebut tetap tidak berubah meskipun sudah dilakukan pembersihan, pelumasan, atau penyetelan.

Gear rantai yang aus adalah salah satu penyebab rantai longgar.

Jika keausan mata gear sudah di luar spesifikasi, biasanya rantai akan tetap longgar meskipun sudah kita stel maksimum.

Lakukanlah penggantian satu set gear rantai yaitu gear kecil dan gear besar.

Jangan lupa juga selalu periksa rantai setiap 500 - 1.000 km atau sehabis motor dicuci. 

Lakukanlah perawatan dan penggantian rantai di bengkel resmi Yamaha, karena perawatan rantai adalah salah satu item pengerjaan service.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved