Breaking News:

Epidemiolog Heran Syarat Terbang Pakai PCR, Padahal Risiko Tertular di Pesawat Kecil karena Ada HEPA

Menggunakan transportasi pesawat kini harus menyertai syarat wajib tes polymerase chain reaction (PCR).

Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Seorang Penumpang sedang diarahkan petugas Perhubungan untuk melakukan validasi persyaratan keberangkatan sebelum melakukan Check in. 

TRIBUNPALU.COM - Menggunakan transportasi Pesawat kini harus menyertai syarat wajib tes polymerase chain reaction (PCR).

Namun syarat terbang harus pakai tes PCR itu dinilai tidak tepat.

Pasalnya, risiko penularan COVID-19 paling kecil dari semua moda transportasi justru adalah Pesawat terbang, karena sudah dibekali teknologi HEPA (high-efficiency particulate absorbing) atau penyerap udara partikulat berefisiensi tinggi.

Hal tersebut diungkapkan epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman.

Baca juga: Baru Saja Berlaku, Harga PCR di Bali Tiba-tiba Melambung Hingga Capai Rp 1,9 Juta

HEPA bekerja di dalam kabin Pesawat dengan melakukan sirkulasi udara sebanyak 20 kali dalam waktu satu jam dan ini menjadikan risikonya sangat kecil.

Hal itu juga sudah terbukti dalam sebuah kasus saat ada penumpang di sebuah maskapai dari China menuju Kanada awal-awal pandemi silam terkonfirmasi positif covid-19, akan tetapi kemudian tidak ada penularan.

Karena itulah strategi pengendalian pandemi berbasis risiko khusus untuk Pesawat terbang dengan menggunakan tes PCR menjadi tidak efektif.

"Kalau risiko rendah syarat screening jangan yang paling ketat itu logikanya walaupun jangan juga dilonggarkan sama sekali," ujar Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman saat berbincang dengan Tribun, Senin (25/10/2021).

Baca juga: Berapa Tarif PCR di Lion Air, Citilink, Garuda, Sriwijaya Air, NAM Air? Ini Daftar Tarif Resminya

Dicky mengatakan PCR memang suatu alat konfirmasi atau diagnostik untuk menentukan pasti tidaknya seseorang membawa virus penyebab SARS Covid-2 sehingga dia dijadikan sebagai suatu strategi untuk mengkonfirmasi.

Namun kata Dicky, PCR adalah alat strategi diagnostik yang semestinya dipergunakan di tahapan akhir. Artinya ada suat alat yang mengkonfirmasi pada tahapan sebelumnya yakni antigen.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved