Breaking News:

DPRD Sigi

Pemkab Sigi Pertanyakan Cara Kontrol Peredaran Produk Inhalan

Penyalahgunaan inhalan atau menghisap lem saat ini menjadi trend di tengah masyarakat khususnya remaja.

Penulis: Moh Salam | Editor: Putri Safitri
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Pemerintah Kabupaten Sigi memberikan pendapat bupati atas pengajuan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD, Senin (25/10/2021). Pendapat Bupati Sigi itu dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum, Selvi. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi memberikan pendapat bupati atas pengajuan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD, Senin (25/10/2021).

Pendapat Bupati Sigi itu dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum, Selvi.

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Sigi, Desa Kotarindau Kecamatan Dolo, Sigi, Sulawesi Tengah.

Penyampaian pendapat bupati itu terkait tentang Ranperda Penyalahgunaan Obat dan Inhalan serta Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Baca juga: Sempat Hilang Diculik Bajak Laut, Tubuh Nelayan Ini Ditemukan di Perut Buaya Terbesar di Dunia

Dalam tanggapannya, Asisten III Selvi menyebutkan, kedua Ranperda tersebut diinisiasi DPRD  Sigi.

 Penyalahgunaan Obat dan Inhalan merupakan penggunaan satu atau beberapa jenis narkoba dan zat adiktif secara berkala di luar indikasi medis.

Hal itu dapat menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan fungsi sosial.

"Problematika penyalahgunaan obat dan inhalan merupakan masalah yang sangat kompleks terjadi belakangan di setiap daerah termasuk Kabupaten Sigi, sebagai contoh menghisap lem atau penyalahgunaan inhalan," kata Selvi.

Mantan Kepala BKPSDM Sigi itu menjelaskan, penyalahgunaan inhalan atau menghisap lem saat ini menjadi trend di tengah masyarakat khususnya remaja.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved