Breaking News:

Palu Hari Ini

Pemuda Kelurahan Panau Gelar Lomba Perahu Layar, Upaya Menjaga Budaya Leluhur

Pemuda Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menggelar lomba perahu layar untuk menjaga budaya leluhur.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover/FIfin
Lomba perahu layar di Kelurahan Panau,┬áKecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (24/10/2021) siang menggelar lomba perahu layar untuk menjaga budaya leluhur sebagai seorang pelaut 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pemuda Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menggelar lomba perahu layar untuk menjaga budaya leluhur sebagai seorang pelaut, Minggu (24/10/2021) siang.

Para peserta antusias dengan lomba tersebut.

Di mana sudah tiga tahun pasca-gempa dan tsunami tahun 2018, lomba perahu layar itu terhenti.

"Sebenarnya lomba perahu kemarin dalam rangka menjaga tradisi warga Kelurahan Panau. Khususnya masyarakat yang ada di pesisir, hanya karena pandemi dan gempa bumi tahun 2018, sehingga baru  dilaksanakan. Biasanya lomba tersebut dilaksanakan setelah lebaran," ungkap Lurah Panau Robby Ariyanto via Whatsapp, Senin (25/10/2021) siang.

Sebanyak 18 peserta mengikuti lomba dengan penuh semangat.

Selain itu juga para peserta mendandani perahu layar mereka dengan berbagai warna yang menarik.

"Para juaranya diberikan piala penghargaan dan uang saku saja untuk perbaikan kapal layarnya," terang Robby Ariyanto.

Sementara itu, ketua panitia Fifin menjelaskan, lomba perahu layar merupakan upaya dari pemuda Kelurahan Panau dalam menjaga kelestarian budaya perahu layar oleh warga pesisir.

"Hanya seremoni saja untuk mengembalikan budaya yang hilang selama 3 tahun sebelum tsunami. Sekaligus membersihkan wilayah pinggiran pantai yang sudah mau jadi hutan dan membangun silaturahmi antar pemuda di wilayah pesisir pantai," terangnya.

Di tengah arus globalisasi saat ini, masyarakat cenderung mengikuti arus tersebut dengan mengikuti perkembangan teknologi dan zaman yang senantiasa memanfaatkan produk modern serta meninggalkan produk tradisional.

Inilah yang memicu peran serta pemuda Kelurahan Panau dalam mempertahankan nilai-nilai kebudayaan lokal yang terkandung dalam perahu layar kepada masyarakat lokal itu sendiri.

Kemudian berupaya untuk memperkenalkan perahu layar kepada dunia luar sebagai produk wisata lokal tiap tahunnya.

"Nenek moyang yang sudah buat turun menurun budaya tradisional perahu layar ini dan kami hanya membantu agar ini bisa terjaga," beber Fifin. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved