Palu Hari Ini

Imbas Transportasi Online di Palu, Jumlah Angkot Menurun

Meski angkutan kota sudah lebih dulu beroperasi, namun angkutan umum kalah saing dengan maraknya Transportasi Online.

Editor: mahyuddin
HANDOOVER
Petugas ukur suhu tubuh tiap supir angkot. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Palu Sugeng Riyadi mengatakan, maraknya Transportasi Online menyebabkan bisnis angkutan umum konvensional mengalami penurunan.

Meski angkutan kota sudah lebih dulu beroperasi, namun angkutan umum kalah saing dengan maraknya Transportasi Online.

"Pergerakan perusahaan online berbasis aplikasi sangat massif, walaupun tidak memiliki izin resmi. Sehingga pertumbuhan armada di bawah ketiga perusahaan aplikasi tersebut tidak terkontrol. Dinas Perhubungan pun tidak bisa memastikan jumlah armada ini berapa, karena sebagian besar tidak terdaftar," jelas Sugeng Riyadi via WhatsApp, Selasa (26/10/2021).

Sugeng Riyadi menyebut, kini angkutan umum mulai ditinggalkan penumpang yang beralih ke transportasi berbasis aplikasi.

Bahkan, akibat jumlah Transportasi Online membuat jumlah angkot mengalami penurunan. 

Baca juga: Pengumuman Hasil SKD CPNS Tahap 1 di 29-30 Oktober, Ini Daftar Instansi yang Mengumumkan Hasil SKD

Baca juga: Satpam Wanita Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Diduga karena Ditembak Pensiunan TNI

"Ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan merupakan penentu, termasuk pengemudi dan fisik kendaraan yang sangat tinggi. Ditambahkan lagi, kini banyak bermunculan alternatif angkutan jenis lain yang menawarkan pelayanan yang lebih baik sehingga angkutan umum yang ada mulai ditinggal penumpangnya," terang Sugeng.

Sugeng Riyadu menjelaskan, masyarakat memiliki hak untuk memilih demi kenyamanan saat bepergian.

Hal itu merupakan sesuatu yang pasti, sebab mau atau tidak, keberadaan angkutan online ini juga telah diatur oleh regulasi.

"jika ingin bersaing dengan angkutan online, perbaiki sistem pelayanan kepada penumpang dan harus berbenah apa yang menjadi kekurangan yang membuat angkot bisa kurang peminat dibandingkan angkutan online," ucapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved