Ini Kata Menteri Kesehatan Soal Kedatangan Obat Covid-19 di Akhir Tahun 2021

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pengadaan obat Covid-19 ini merupakan hasil dari kunjungan Pemerintah Indonesia ke Amerika.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pada akhir tahun Indonesia akan kedatangan obat Covid-19. 

TRIBUNPALU.COM -  Pandemi Covid-19 di Indonesia kian landai, melihat dari jumlah kasus harian yang mengalami penurunan.

Namun, meski Indonesia mengalami penurunan kasus Covid-19 kewaspadaan akan pandemi Covid-19 harus terus ditingkatkan.

Menyikapi dengan adanya situasi seperti ini membuat Pemerintah bergegas untuk mempersiapkan sejumlah upaya untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 gelombang ketiga.

Sebelumnya, Pemerintah telah gencar melakukan vaksinasi Covid-19 ke seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi para lansia dan masyarakat yang lebih rentan agar mencapai target yang telah ditetapkan oleh pemerintah hingga akhir tahun nanti.  

Disamping vaksinasi tersebut, kini Pemerintah berencana akan mendatangkan obat Covid-19 Molnupiravir yang merupakan produk buatan dari perusahaan farmasi Merck and Co pada akhir tahun ini.

Seperti yang diberitakan oleh KompasTV, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pengadaan obat Covid-19 ini merupakan sebuah hasil dari kunjungan Pemerintah Indonesia ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

“Kami sudah berkunjung ke Amerika Serikat, dan kami sudah sampai ke tahap finalisasi dari agreement agar Indonesia bisa mengadakan tablet Molnupiravir, ” ucap Menteri Kesehatan.

Tablet Molnupiravir disebut akan menjadi obat Covid-19 yang saat ini sudah dilirik oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Selanjutnya, diperkirakan obat Covid-19 ini akan tiba di Indonesia pada akhir 2021 mendatang.

Tujuan untuk mendatangkan Molnupiravir d akhir tahun ini yakni untuk mengatasi adanya lonjakan kasus Covid-19 pada gelombang berikutnya.

“Diusahakan di akhir tahun ini, sehingga kita memiliki cadangan yang cukup untuk menghadapi potensi gelombang (Covid-19) berikutnya,” tambahnya.

Hal ini dikarenakan pada akhir tahun khususnya pada saat libur nasional nanti Pemerintah harus lebih waspada akan lonjakan kasus Covid-19 berdasarkan pengalaman yang sudah beberapa kali terjadi.

Selain mendatangkan Molnupiravir di akhir tahun ini,  Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Ivestsi (Menko Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin telah mendiskusikan agar Indonesia dapat membangun pabrik obat dari perusahaan farmasi Merck and Co tersebut.

“Kami juga sudah menjajaki dengan mereka untuk bisa membangun pabrik obatnya juga di Indonesia,dan termasuk bahan baku obatnya,” kata Budi pada KompasTV.

Selain di Indonesia, beberapa negara juga terlihat melirik Molnupiravir ini untuk mendatangkan ke negaranya sebagai obat Covid-19.

Beberapa negara yang juga tertarik dengan  Molnupiravir yakni seperti Singapura, Australia, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia dan juga Thailand.

Saat ini beberapa negara tersebut juga berada di tahap pengajuan kesepakatan untuk mengamankan Molnupiravir tersebut.

Baca juga: Update Corona di Indonesia 26 Oktober 2021: Tambahan 611 Kasus Positif, 1.141 Sembuh & 35 Meninggal

(TribunPalu.com/Linda)

Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved