PCR Turun Harga

Jokowi Minta Harga Rp 300 Ribu, Ternyata Ini Alasan Menkes Tak Beri Subsidi Tes PCR di Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memberi penegasan pemerintah tidak berencana memberikan subsidi untuk tes PCR

Editor: Putri Safitri
Tribunnews/Herudin
Warga melakukan tes swab PCR di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Presiden Instruksikan Tarif Tes PCR Jadi 300 Ribu, Ketua Satgas IDI Berharap Kualitas Tetap Sama 

TRIBUNPALU.COM - Harga tes PCR masih menjadi perbincangan banyak orang saat ini.

Terlebih baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes polymerase chain reaction (PCR) diturunkan menjadi Rp 300.000.

Kendati demikian ternyata pemerintah tidak berencana memberikan subsidi untuk tes PCR.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memberi penegasan.

Ia menyebut harga Tes PCR di Indonesia sudah tergolong murah.

Budi Gunadi Sadikin meminta kepada masyarakat untuk tak bandingkan harga tes PCR di Indonesia dengan India.

Mengingat, India adalah negara yang paling murah untuk segala kebutuhannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Budi dalam konverensi pers Evaluasi Program PC-PEN dan Optimalisasi Anggaran Program PEN 2021 yang disiarkan secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (26/10/2021).

"(PCR) yang paling murah India, yakni Rp 160 ribuan. Tapi memang India adalah negara yang paling murah untuk semuanya selain China. Karena memang mereka juga produksi di dalam negeri kemudian skala ekonomi negara India juga tercapai karena jumlah populasinya mencapai 2 billion (jiwa)," kata Menkes Budi.

Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan, yang tayang di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (11/1/2021), terkait rencana vaksinasi Covid-19.
Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers Menko Perekonomian dan Menteri Kesehatan, yang tayang di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (11/1/2021), terkait rencana vaksinasi Covid-19. (Youtube/Sekretariat Presiden)

Dengan penjelasan ini, Budi menyebut bahwa harga harga tes PCR di Indonesia yang saat ini berkisar Rp 500 ribu itu masih tergolong murah secara global.

Sehingga, kata Budi, dengan melihat kondisi Indonesia yang saat ini, sulit rasanya untuk menurunkan harga harga tes PCR ke titik terendah lagi.

Untuk itu, Budi menegaskan pemerintah tidak merencanakan adanya subsidi bagi harga tes PCR di Indonesia.

"Harga PCR yang ditentukan oleh Pak Presiden kemarin sudah 10 persen paling bawah, paling murah dibandingkan dengan harga test PCR di seluruh dunia di airport-airport."

"Dan apakah ada subsidi, pemerintah tidak merencanakan adanya subsidi. Karena memang harga yang diturunkan itu sudah cukup murah," tegas Budi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved