Breaking News:

PCR Turun Harga

PHRI Minta Harga Tes PCR Turun Jadi Rp 150 ribu, Politisi PKS: Kalau Bisa Gratiskan Saja

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta harga tes PCR sebesar Rp 150 ribu. Sebab sudah menguntungkan para pelaku usaha di sektor itu.

Editor: Putri Safitri
Tribunnews/Jeprima
Tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Menteng melakukan tes usap antigen dan PCR gratis kepada warga dalam pelaksaan Program Seruling di Masjid Jami Assuhaimah, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (9/9/2021). Program yang dinamakan Seruling (Swab Seru Keliling) itu dilaksanakan setiap Selasa, Kamis, dan Jumat di lokasi yang berbeda-beda yang bertujuan untuk memutus penularan Covid-19 dari orang tanpa gejala. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNPALU.COM - Permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan harga PCR jadi Rp 300 ribu, menuai perdebatan banyak pihak.

Salah satunya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang meminta harga tes PCR lebih murah lagi yaitu sebesar Rp 150 ribu.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan, harga Rp 150 ribu itu sudah menguntungkan para pelaku usaha di sektor tersebut.

Apalagi saat ini biaya reagen telah turun seiring kemajuan teknologi.

"Harga Rp 150 ribu itu sudah untung mereka, prosesnya kan sekarang sudah cepat. Di India saja, harga PCR Rp 97 ribu," papar Hariyadi, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Jokowi Minta Harga Rp 300 Ribu, Ternyata Ini Alasan Menkes Tak Beri Subsidi Tes PCR di Indonesia

Baca juga: Soal Laskar FPI, Terungkap HRS Dibuntuti atas Perintah Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus

Menurutnya, harga tersebut juga harus berlaku untuk semua hasil, baik itu satu hari atau dalam hitungan jam karena ongkos produksinya sama saja.

"Harga tidak perlu dibedakan, itu mereka hanya jalankan trik dagang saja," ucap Hariyadi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Apindo.

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo meminta harga tes Polymerase Chain Reaction (PCR) diturunkan lagi menjadi Rp 300 ribu dari sebelumnya Rp 450 ribu.

Harga tersebut dinilai sudah paling murah dan pemerintah tidak akan memberikan subsidi lagi.

Sementara anggota Komisi IX DPR Alifudin menyebut pengusaha Lab tes PCR sudah meraup untung besar sejak pandemi COVID-19 ada di Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved